Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Mei 2025 | 21.01 WIB

Sulit Dimengerti dan Kurang Peka? Ini 9 Kebiasaan Orang yang Minim Empati Menurut Psikologi

Ilustrasi interaksi orang minim empati. (Freepik) - Image

Ilustrasi interaksi orang minim empati. (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda bertemu seseorang yang seolah sulit sekali memahami perasaan atau sudut pandang orang lain dalam interaksi sehari-hari? Rasanya seperti ada dinding tak terlihat yang menghalangi mereka merasakan apa yang dirasakan orang di sekitarnya pada momen tertentu.

Psikologi menyebut kondisi kurang peka terhadap emosi orang lain ini sebagai minim empati, bahkan terkadang sampai nol sama sekali. Menariknya, orang-orang dengan sifat ini sering kali tidak menyadari dampak perilaku mereka terhadap perasaan orang lain. Melansir Geediting.com pada Minggu (11/05), berikut adalah sembilan kebiasaan khas yang sering orang minim empati tampilkan tanpa sengaja.

1. Mendominasi Percakapan Sepenuhnya

Mereka cenderung ingin menjadi pusat perhatian saat berbicara, terus menerus berbagi cerita tanpa memberi ruang dengar bagi orang lain. Jarang sekali mereka berhenti sejenak atau mengajukan pertanyaan lanjutan yang menunjukkan minat pada kontribusi lawan bicara.

2. Tidak Tunjukkan Minat Asli Pengalaman Anda

Orang dengan minim empati mungkin terlihat mendengarkan dengan sopan, tetapi sebenarnya mereka tidak benar-benar peduli kesejahteraan Anda. Mereka tidak akan bertanya mendalam atau berusaha melihat situasi dari sudut pandang Anda, sering tampak terganggu atau bosan.

3. Sering Menyela atau Memotong Ucapan Orang Lain

Mereka punya kebiasaan buruk memutus pembicaraan orang lain di tengah kalimat, menunjukkan kurang hormat pada pikiran atau perasaan mereka. Perilaku ini secara tidak langsung mengirim pesan bahwa kata-kata mereka jauh lebih penting dibanding milik orang lain.

4. Jarang Sekali Mengucapkan Maaf Tulus

Mereka sangat kesulitan meminta maaf dengan sungguh-sungguh karena tidak mampu melihat melampaui ego pribadi. Permintaan maaf sering kali dianggap serangan pribadi daripada bagian normal dari hubungan sehat antar manusia.

5. Salahkan Orang Lain untuk Setiap Masalahnya

Mereka cenderung menghindari tanggung jawab dan malah mencari cara agar orang lain merasa bersalah atas kesulitan mereka sendiri. Perilaku merusak ini membuat orang lain enggan berada di dekat seseorang yang tidak mau mengakui kesalahan diri.

6. Abaikan atau Remehkan Perasaan Anda

Mereka mengecilkan emosi yang ditunjukkan orang lain, tidak menawarkan dukungan tulus dan menganggapnya reaksi berlebihan belaka. Sikap meremehkan perasaan ini bisa menghancurkan kepercayaan diri seseorang serta rasa berharga dalam dirinya.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore