Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Mei 2025 | 17.26 WIB

Sering Merasa Kewalahan di Tengah Kebisingan? Kemungkinan Kamu Memiliki 7 Tanda Sensitivitas Ini Tanpa Disadari, Apa Saja?

Ilustrasi orang yang tidak suka kebisingan. (freepik.com/LuisMolinero) - Image

Ilustrasi orang yang tidak suka kebisingan. (freepik.com/LuisMolinero)

JawaPos.com - Kewalahan bukan berarti banyaknya pikiran atau aktivitas yang dilakukan, tapi bisa disebabkan dari kebisingan yang terjadi di lingkungan sekitar. Entah itu suara percakapan, musik, atau mungkin semacam keributan.

Melansir dari laman Alodokter, hal ini dinamakan dengan misophonia, kondisi ketika seseorang memiliki kepekaan yang ekstrem terhadap suara-suara atau kebisingan tertentu.

Mungkin bagi sebagian orang ini bukan hal yang besar, tapi bagi mereka bisa menjadi keluhan tertentu, hal tersebut dapat diindikasikan bahwa mereka punya tingkat sensitivitas yang tinggi.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Sabtu (10/05), jika kamu sering merasa kewalahan di tengah kebisingan, kemungkinan memiliki 7 tanda sensitivitas ini :

1. Kamu merasa lelah di tengah keramaian

Ketika klakson lalu lintas meledak dan orang-orang mengobrol, pikiran kamu mungkin mulai mati. Kamu mungkin merasa lelah secara fisik setelah terlalu banyak stimulasi, bahkan jika hanya duduk di ruang tunggu.

Para ahli menunjukkan bahwa otak kita memproses banyak masukan sensorik sekaligus, yang dapat menyebabkan peningkatan tingkat stres jika kita sudah rentan terhadap sensitivitas tinggi.

Ketika kita mengenali kepekaan ini, kita dapat membuat penyesuaian yang penuh perhatian dan mencegah kelelahan emosional.

2. Kamu memiliki empati yang kuat untuk orang lain

Banyak orang dengan sensitivitas tinggi menangkap sinyal emosional sebelum orang lain di ruangan itu menyadarinya. Kamu mungkin merasakan ketika seseorang kesal, bahkan jika mereka memakai wajah yang berani.

Menurut penelitian, individu yang melaporkan sensitivitas emosional yang lebih tinggi cenderung mendapat skor di atas rata-rata pada tes empati dan sering mendapat manfaat dari praktik kesadaran yang mendorong batas-batas emosional yang sehat.

Itu mungkin berarti mengambil nafas cepat setelah percakapan yang berat atau menetapkan batasan lembut pada seberapa banyak energi yang kamu curahkan untuk masalah orang lain.

3. Kamu memperhatikan kehalusan di lingkungan sekitar

Tingkat sensitivitas yang tinggi sering kali berarti mendengarkan detail yang terlewatkan oleh orang lain.

Di satu sisi, itu memungkinkan pengalaman yang lebih kaya. Di sisi lain, hal itu dapat memicu kecemasan atau stimulasi berlebihan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore