Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Mei 2025 | 00.46 WIB

Perempuan yang Kehilangan Kontak dengan Teman Setelah Punya Anak Seringkali Menunjukkan 8 Kebiasaan Harian Ini Menurut Psikologi

ILustrasi seseorang yang kehilangan kontak dengan teman setelah memiliki anak - Image

ILustrasi seseorang yang kehilangan kontak dengan teman setelah memiliki anak

JawaPos.com - Menjadi seorang ibu adalah pengalaman yang mendalam, indah, dan transformatif.

Namun, bersamaan dengan kebahagiaan yang datang dari kehadiran buah hati, ada juga perubahan besar dalam kehidupan sosial yang seringkali tak terhindarkan.

Banyak perempuan mengakui bahwa setelah memiliki anak, mereka secara perlahan kehilangan kontak dengan teman-teman dekat yang dulu menjadi bagian penting dalam hidup mereka.

Dilansir dari Geediting pada Minggu (4/5), menurut psikologi, transisi ini tidak hanya berdampak pada interaksi sosial, tetapi juga menciptakan pola kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari.

Perempuan yang mengalami perubahan ini sering kali menunjukkan delapan kebiasaan harian berikut yang menggambarkan kebutuhan emosional, keterbatasan waktu, dan pergeseran prioritas setelah menjadi ibu.

Berikut adalah delapan kebiasaan tersebut:

1. Sering Menelusuri Media Sosial untuk Melihat Aktivitas Teman Lama

Walaupun tidak lagi terhubung secara langsung, perempuan yang merindukan interaksi sosial sering kali “mengintip” kehidupan teman-temannya lewat media sosial.

Ini bukan tentang iri hati, melainkan upaya tidak langsung untuk merasa tetap terhubung dengan dunia luar yang dulu ia kenal.

Psikologi menyebut ini sebagai "passive social monitoring", sebuah bentuk coping mechanism untuk mengurangi rasa kehilangan koneksi.

2. Berbicara Sendiri atau Kepada Anak Sebagai Pengganti Interaksi Dewasa

Karena kurangnya obrolan dengan orang dewasa, banyak ibu secara tidak sadar mulai berbicara sendiri, atau mengarahkan obrolan dewasa kepada anak mereka yang masih kecil.

Hal ini bisa menjadi cara untuk menyalurkan kebutuhan emosional akan interaksi yang lebih kompleks.

Psikolog perkembangan mencatat bahwa ibu baru cenderung menggantikan "missing adult dialogue" dengan self-talk sebagai bentuk penyesuaian mental.

3. Merasa Bersalah Saat Meluangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore