
Ilustrasi tumpukan buku baru yang belum dibaca, melambangkan koleksi yang terus bertambah cepat. (Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda melihat koleksi buku di rumah teman yang jumlahnya sangat banyak melebihi kemampuan membacanya? Tumpukan buku baru yang belum tersentuh itu seolah menjadi pemandangan umum bagi sebagian pencinta literasi di mana pun mereka berada saat ini.
Fenomena membeli buku lebih cepat daripada waktu yang tersedia untuk membacanya ternyata merupakan sebuah kebiasaan menarik bagi banyak orang. Mereka yang memiliki kecenderungan ini sering kali tanpa sadar menunjukkan beberapa sifat atau perilaku khas. Melansir Geediting.com pada Kamis (24/4), berikut adalah tujuh di antaranya.
1. Pencinta Buku Sejati dengan Niat Membaca Tinggi
Orang-orang ini pada dasarnya adalah seorang penggemar buku yang sangat mencintai dunia literasi dan segala isinya. Mereka membeli buku dengan niat tulus untuk membacanya nanti saat memiliki waktu luang yang dirasa tepat.
2. Melihat Buku sebagai Investasi Potensi
Buku-buku yang belum dibaca dianggap sebagai investasi berharga dalam pengetahuan diri atau pengembangan pribadi di masa depan. Setiap pembelian buku baru adalah penambahan aset intelektual yang siap diakses kapanpun dibutuhkan nantinya.
3. Mudah Tergoda Judul Baru atau Diskon Menarik
Mereka memiliki kelemahan terhadap daya tarik judul buku terbaru yang sedang populer atau penawaran diskon menggiurkan dari toko buku. Dorongan untuk memiliki buku yang terlihat menarik sering kali lebih kuat daripada mempertimbangkan apakah mereka punya waktu luang segera.
4. Memiliki Daftar Minat Baca yang Sangat Luas
Area minat mereka sangat beragam mencakup berbagai genre dan topik berbeda yang semuanya terasa penting untuk dipelajari atau dibaca. Ini membuat daftar buku yang ingin mereka beli dan baca terus bertambah panjang tanpa henti setiap saat.
5. Merasa Nyaman dengan Keberadaan Tumpukan Buku
Alih-alih merasa bersalah, melihat tumpukan buku belum terbaca justru sering kali memberikan rasa nyaman dan aman secara psikologis. Koleksi tersebut melambangkan kemungkinan belajar dan hiburan tanpa batas yang menunggu untuk dijelajahi kapan pun mereka siap.
6. Menganggap Buku Bagian dari Identitas Diri
Buku-buku yang mereka miliki, baik yang sudah dibaca maupun belum, sering kali dianggap sebagai cerminan dari identitas dan aspirasi pribadi mereka. Memiliki banyak buku adalah cara menunjukkan minat pada intelektualitas atau topik-topik tertentu kepada dunia luar di sekitarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
