Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 April 2025 | 22.13 WIB

3 Hal yang Tidak Pernah Disia-siakan oleh Orang yang Kuat Mentalnya Menurut Psikologi, Sah Satunya Menahan Dendaml

Memiliki pikiran yang rasional dan logis adalah salah satu ciri-ciri orang punya kuat mental (freepik)

JawaPos.com - Menjadi kuat secara mental lebih dari sekadar keadaan pikiran, ini adalah gaya hidup. Ini tentang mengetahui di mana harus memfokuskan energi Anda, dan yang sama pentingnya, apa yang tidak boleh disia-siakan.

Psikologi memberi tahu kita bahwa orang yang kuat secara mental telah menguasai seni melepaskan gangguan yang tidak perlu. Mereka telah mengasah kemampuan mereka untuk fokus pada apa yang benar-benar penting dan menghindari jebakan yang dapat menguras sumber daya mental mereka.

Dikutip dari hackspirit pada Rabu (23/4), dalam artikel ini, kita menyelami tiga hal yang tidak pernah disia-siakan oleh individu yang kuat secara mental. Wawasan ini mungkin hanya membantu Anda merampingkan proses berpikir Anda sendiri dan meningkatkan kekuatan mental Anda. Ingat, ini bukan tentang mencoba melakukan segalanya, ini tentang berfokus pada apa yang benar-benar diperhitungkan. Mari kita jelajahi tujuh area ini bersama-sama.

1) Mengkhawatirkan masa lalu

Individu yang kuat secara mental memiliki kemampuan unik: mereka menolak membuang waktu untuk memikirkan masa lalu. Ini tidak berarti mereka melupakan pengalaman masa lalu mereka atau mengabaikan pelajaran berharga yang didapat.

Sebaliknya, mereka memilih untuk tidak berlama-lama memikirkan kesalahan masa lalu, peluang yang terlewatkan, atau keluhan lama.

Ini semua adalah hal yang tidak dapat diubah, tidak peduli berapa banyak energi mental yang dihabiskan untuk itu. Pola pikir ini sejalan dengan ajaran psikolog ternama Carl Jung yang mengatakan, "Saya bukanlah apa yang terjadi pada saya, saya adalah apa yang saya pilih untuk menjadi.

Orang yang kuat secara mental mewujudkan ide ini dengan berfokus pada masa kini dan masa depan. Mereka memahami bahwa merenungkan masa lalu dapat mengarah pada spiral pikiran negatif, yang pada akhirnya tidak ada gunanya.

Sebaliknya, mereka memilih untuk menginvestasikan waktu dan energi mereka ke dalam hal-hal yang dapat mereka kendalikan: tindakan mereka di masa sekarang dan rencana untuk masa depan. Hal ini memungkinkan mereka untuk bergerak maju dan membuat kemajuan daripada terjebak dalam siklus penyesalan dan menyalahkan diri sendiri.

2) Menyenangkan semua orang

Jika ada satu hal yang telah saya pelajari dalam perjalanan saya menuju kekuatan mental, mencoba menyenangkan semua orang adalah usaha yang sia-sia. Di masa lalu, saya mendapati diri saya kurus, berusaha membuat semua orang di sekitar saya bahagia.

Saya akan mengatakan ya untuk hal-hal yang tidak ingin saya lakukan, setuju dengan pendapat yang tidak saya bagi, semua atas nama menghindari konflik dan menjaga perdamaian. Tapi semua itu membuatku merasa terkuras dan tidak terpenuhi.

Di sinilah kebijaksanaan psikolog dan penyintas Holocaust Dr. Viktor Frankl masuk. Dia pernah berkata, "Mereka yang memiliki' mengapa 'untuk hidup, dapat menanggung hampir semua 'bagaimana'.” Dalam konteks poin ini, ini tentang memahami 'mengapa' Anda sendiri, nilai-nilai Anda, tujuan Anda dan tidak membiarkan ekspektasi orang lain mengaburkannya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore