
Ternyata Ada Cara Menentukan Hari Baik untuk Bepergian Jauh Menurut Primbon Jawa, Begini Penjelasannya! (jcomp/Freepik)
JawaPos.com - Setiap orang pasti ingin perjalanannya berjalan lancar, aman, dan tanpa hambatan. Apalagi jika perjalanan tersebut cukup jauh dan memakan waktu lama.
Dalam tradisi Jawa, ada cara khusus yang dipercaya bisa membantu kita menentukan hari baik untuk bepergian jauh, yaitu melalui perhitungan hari dan pasaran menurut Primbon Jawa.
Meskipun terdengar kuno, banyak orang masih memegang teguh cara ini karena dianggap mampu meminimalkan risiko sial selama perjalanan.
Menurut penjelasan pada salah satu video di kanal Youtube Sabdaning Ratu, dalam Primbon Jawa, penentuan hari baik ini dilakukan dengan cara menjumlahkan nilai hari dan nilai pasaran dari tanggal perjalanan.
Nilai tersebut kemudian dibagi dengan angka 5, dan sisa hasil pembagiannya akan menunjukkan jenis hari yang akan memengaruhi perjalanan kita.
Berikut adalah lima jenis hasil hitungan beserta maknanya:
Tibo Suku (sisa 1) – Artinya mom oleh kesel, yang berarti selama perjalanan hanya akan terasa melelahkan. Tidak ada kejadian berbahaya, tapi energi akan terkuras habis.
Tibo Watu (sisa 2) – Tansah kesandung-sandung. Ini bukan hari yang baik karena perjalanan rawan masalah seperti ban bocor, kendaraan mogok, atau bahkan cuaca buruk.
Tibo Gajah (sisa 3) – Becik. Ini adalah hari yang baik untuk bepergian. Segala sesuatunya akan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Tibo Baya (sisa 4) – Nemahi bilahi, yang berarti bisa mengalami celaka. Hari ini sebaiknya dihindari untuk bepergian jauh. Jika terpaksa, perbanyak doa agar dijauhkan dari bahaya.
Tibo Ratu (sisa 0) – Prayogo. Ini adalah hitungan terbaik. Perjalanan akan aman, lancar, dan penuh keberuntungan.
Contohnya begini: jika Anda ingin bepergian pada hari Senin Wage, nilai hari Senin adalah 4 dan Wage juga 4. Jika dijumlahkan menjadi 8, lalu dibagi 5, sisanya adalah 3. Maka hitungan hari itu jatuh pada Tibo Gajah, yang artinya baik untuk bepergian.
Tapi jika perjalanan dilakukan setelah matahari terbenam, maka yang dihitung adalah hari esoknya. Misalnya Kamis Pon malam, maka dihitung sebagai Jumat Wage (6 + 4 = 10). Karena 10 dibagi 5 tidak ada sisa, berarti jatuh pada Tibo Ratu, yang terbaik dari semua jenis hitungan.
Namun, penting juga untuk diketahui bahwa hitungan ini bukan jaminan 100%. Ada faktor lain yang bisa memengaruhi, seperti hitungan weton dari masing-masing pribadi, dan banyak faktor lain. Jadi meskipun hari yang dipilih sudah bagus, tetap saja ada kemungkinan hasilnya kurang baik jika seseorang membawa energi hari yang kurang mendukung.
Sebagai penutup, tidak ada salahnya mengikuti perhitungan hari baik menurut Primbon Jawa sebagai usaha agar perjalanan lebih lancar. Tapi yang paling penting tetaplah berdoa dan memohon perlindungan kepada Tuhan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
