Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 April 2025 | 21.08 WIB

Orang yang Suasana Hatinya Jadi Buruk saat Sedang Lapar Cenderung Menampilkan 7 Perilaku Ini, Kata Psikologi

Ilustrasi orang yang suasana hatinya jadi buruk saat sedang lapar./Freepik. - Image

Ilustrasi orang yang suasana hatinya jadi buruk saat sedang lapar./Freepik.

JawaPos.com - Tak bisa dipungkiri, rasa lapar bukan hanya berpengaruh pada kondisi fisik semata, tetapi juga sangat memengaruhi suasana hati seseorang.

Banyak orang yang awalnya tenang dan ramah bisa tiba-tiba berubah menjadi mudah marah, tersinggung, atau bahkan merasa sedih tanpa sebab yang jelas saat perut mulai kosong.

Fenomena ini ternyata bukan hal sepele, karena dalam dunia psikologi dikenal dengan istilah "hangry", gabungan antara hungry (lapar) dan angry (marah).

Artikel ini akan membahas beberapa perilaku yang umumnya muncul ketika seseorang mengalami perubahan suasana hati akibat lapar, menurut pandangan psikologi.

Dilansir dari laman Parent From Heart pada Selasa (22/4), berikut merupakan 7 perilaku yang dimiliki oleh orang yang suasana hatinya jadi buruk saat sedang lapar, menurut psikologi.

1. Cenderung bereaksi berlebihan terhadap masalah kecil

Saat tubuh terass lapar, sistem saraf menjadi lebih sensitif terhadap stres. Ini membuat seseorang jadi lebih reaktif, bahkan terhadap masalah yang sebenarnya kecil.

Misalnya, ketika pesan tidak dibalas dengan cepat, seseorang bisa merasa sangat kecewa atau marah. Ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana, mereka bisa merasa frustrasi seperti sedang menghadapi masalah besar.

Ini bukan berarti orang tersebut lemah atau manja, tapi karena saat lapar, hormon stres dalam tubuh meningkat dan membuat respons emosi jadi lebih intens.

Maka dari itu, jika kamu merasa reaksi orang terlalu berlebihan, atau kamu sendiri merasa seperti drama berlebihan, mungkin sudah saatnya untuk makan terlebih dulu sebelum menanggapi masalah.

2. Sulit berkonsentrasi atau kehilangan fokus

Saat seseorang lapar, otaknya tidak mendapatkan cukup glukosa, padahal glukosa adalah bahan bakar utama bagi otak untuk berpikir, menganalisis, dan memahami sesuatu.

Ketika kadar gula darah menurun, kemampuan otak untuk fokus juga ikut menurun. Akibatnya, seseorang bisa merasa linglung, membaca hal yang sama berulang kali tapi tidak memahami, atau melakukan kesalahan dalam pekerjaan.

Ini sering kali terjadi tanpa disadari, dan baru terasa setelah seseorang akhirnya makan dan merasa pikirannya menjadi lebih jernih.

Jadi, jika kamu merasa otak seperti ‘macet’ atau sulit berpikir jernih, mungkin tubuhmu sedang memberi sinyal bahwa sudah waktunya mengisi energi dengan mengonsumsi makanan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore