
Ilustrasi saudara kandung. (Freepik)
JawaPos.com - Hubungan saudara kandung sering digambarkan sebagai ikatan yang tak terpisahkan, penuh cinta dan dukungan. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Ada kalanya, tumbuh bersama justru menumbuhkan rasa tidak suka yang mendalam di antara saudara.
Fenomena ini tentu bukan tanpa alasan. Melansir geediting.com pada Kamis (17/4), masa kecil ternyata memegang peranan penting dalam membentuk dinamika hubungan persaudaraan yang kurang harmonis.
Bagi yang penasaran, berikut adalah alasan-alasan umum mengapa seseorang bisa memiliki perasaan tidak suka terhadap saudara kandungnya, berdasarkan pengalaman masa kecil.
1. Lingkungan Penuh Persaingan Sejak Dini
Bayangkan tumbuh dalam keluarga di mana segala sesuatu diperlombakan. Bukan hanya soal prestasi, tapi juga perhatian orang tua. Lingkungan kompetitif seperti ini alih-alih menciptakan kedekatan, justru menanamkan bibit permusuhan dan rasa iri di antara saudara. Alhasil, yang tumbuh adalah ketegangan dan rasa tidak suka, bukan persahabatan dan dukungan.
2. Merasa Terabaikan atau Tersaingi
Setiap anak memiliki kebutuhan untuk merasa dilihat dan dihargai. Ketika seorang anak merasa diabaikan atau selalu berada di bawah bayang-bayang saudaranya yang mungkin lebih menonjol dalam satu hal, hal ini dapat memicu perasaan tidak berharga dan resentmen. Perasaan ini bisa terus terbawa hingga dewasa dan menjadi akar dari ketidaksukaan terhadap saudara.
3. Kurangnya Penyelesaian Konflik yang Sehat
Pertengkaran antarsaudara adalah hal yang wajar. Namun, jika konflik-konflik ini tidak diselesaikan dengan baik dan dibiarkan berlarut-larut, emosi negatif seperti amarah dan kekecewaan akan terus menumpuk. Kurangnya kemampuan keluarga dalam memfasilitasi penyelesaian konflik yang sehat dapat menjadi penyebab utama rasa tidak suka antarsaudara.
4. Pengalaman Mendapatkan Perlakuan yang Berbeda (Favoritisme)
Satu di antara pengalaman masa kecil yang paling menyakitkan dan dapat merusak hubungan persaudaraan adalah merasa menjadi anak yang tidak diunggulkan. Perlakuan pilih kasih dari orang tua dapat menumbuhkan rasa iri, cemburu, dan rendah diri pada anak yang merasa tidak diperhatikan. Hal ini tentu saja dapat memicu rasa tidak suka yang mendalam terhadap saudara yang dianggap lebih disayangi.
5. Perbedaan Kepribadian yang Sangat Mencolok
Setiap individu unik, termasuk saudara kandung. Namun, perbedaan kepribadian yang terlalu besar terkadang dapat menjadi sumber konflik yang tak berkesudahan. Ketika dua saudara memiliki pandangan hidup, minat, dan cara berkomunikasi yang sangat berbeda, gesekan dan pertengkaran menjadi lebih sering terjadi, yang pada akhirnya dapat merenggangkan hubungan.
6. Terlalu Banyak Waktu Bersama Tanpa Batasan yang Jelas
Kebersamaan memang penting, namun terlalu banyak waktu bersama tanpa adanya ruang pribadi dan batasan yang jelas juga bisa menjadi masalah. Kebiasaan-kebiasaan kecil saudara yang awalnya mungkin tidak mengganggu, lama kelamaan bisa menjadi sangat menjengkelkan. Batasan pribadi yang kabur juga dapat memicu konflik dan rasa tidak suka.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
