Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 April 2025 | 20.09 WIB

Orang yang Merasa Canggung saat Diberi Pujian Biasanya Memiliki 7 Pengalaman Masa Kecil ini

Ilustrasi tujuh pengalaman masa kecil yang dapat menjelaskan orang yang merasa canggung saat diberi pujian.

JawaPos.com - Ada benang merah yang menghubungkan orang-orang yang merasa canggung saat mendengar pujian. Benang merah ini sering kali muncul kembali di tahun-tahun awal pembentukan diri mereka.

Merasa canggung saat dipuji bukan hanya soal kesopanan atau kerendahan hati. Itu biasanya pertanda masalah yang lebih dalam, yang sering kali berasal dari pengalaman masa kecil tertentu.

Dilansir dari Geediting, inilah tujuh pengalaman masa kecil yang dapat menjelaskan orang yang merasa canggung saat diberi pujian.

1. Kurangnya penguatan positif

Salah satu pengalaman utama yang dapat memicu ketidaknyamanan dengan pujian adalah kurangnya penguatan positif selama masa kanak-kanak. Anak-anak senang dengan pujian.

Pujian meningkatkan harga diri mereka, dan mereka belajar mengaitkan perilaku atau prestasi yang baik dengan perasaan positif. Namun, ketika penguatan ini hilang, mereka tumbuh tidak terbiasa dengan sensasi pujian.

Bayangkan seorang anak yang berprestasi di sekolah tetapi prestasinya ditanggapi dengan ketidakpedulian atau lebih buruk lagi, kritikan. Anak ini belajar mengaitkan prestasinya dengan perasaan negatif, bukan pujian yang hangat.

Maju cepat ke masa dewasa, orang ini akan merasa canggung saat dipuji. Mereka sudah terbiasa mengharapkan kritik, bukan pujian. Pujian adalah hal asing, membuat mereka tidak nyaman.

2. Menekankan pada kesederhanaan

Saat tumbuh dewasa, keluarganya mungkin sangat menekankan pentingnya bersikap rendah hati. “Jangan membanggakan diri sendiri,” “Tidak ada yang suka pamer,” itulah semboyan di rumah.

Meskipun kerendahan hati memang merupakan suatu kebajikan, terlalu berfokus pada hal itu dapat menyebabkan kesulitan dalam menerima pujian. Anda begitu khawatir dianggap sombong sehingga Anda mengabaikan atau meremehkan pujian yang datang kepada Anda.

Ketika mereka menerima pujian dan langsung menepisnya atau mencoba meremehkan prestasinya, karena tidak ingin terlihat sombong.

3. Pengabaian emosional

Pengabaian emosional pada masa kanak-kanak bersifat halus, sering kali tidak terlihat, namun meninggalkan dampak yang bertahan lama. Hal ini terjadi ketika kebutuhan emosional anak secara konsisten tidak terpenuhi oleh orang tua atau pengasuhnya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore