Ilustrasi seseorang menerima pesan masuk. (Freepik)
JawaPos.com – Sebagian orang jika mendapatkan pesan masuk dari teman, rekan kerja hingga keluarga kerap kali enggan atau menunda untuk membalas pesan tersebut. Mereka merasa bahwa hal tersebut merupakan sebuah beban yang sulit untuk dilakukan.
Disisi lain bagi pengirim pesan yang pertama akan sangat sulit untuk menebak mengapa pesan tersebut hanya dibaca saja dan tidak dibalas. Hal tersebut seakan membuat frustasi bagi pengirim pesan dan bertanya-tanya faktor psikologis apa yang mempengaruhinya.
Melansir dari laman Wiki How, berikut 7 hal yang membuat seseorang sering menunda dalam membalas pesan, mulai dari membutuhkan waktu lama hingga mengalami kejenuhan digital
Baca Juga: IHSG Terus Anjlok, Pakar HI Unair: Krisis Bisa Ganggu Citra Indonesia di Dunia Internasional
Pesan teks tidak menyertakan isyarat seperti ekspresi wajah, bahasa tubuh, atau nada suara untuk membantu menyampaikan makna. Karena itu, orang mungkin butuh waktu lebih lama untuk mencerna pesan tersebut secara emosional dan menulis balasan.
Jika seseorang butuh waktu lama untuk membalas pesan maka cobalah untuk tidak berasumsi yang terburuk.
Banyak hal yang dapat disalahartikan lewat teks, yang berujung pada kesalahpahaman. Dengan mengingat hal ini, keterlambatan mereka dalam merespons sebenarnya bisa menjadi hal yang baik.
Alih-alih membalas secara impulsif, mereka meluangkan waktu untuk benar-benar memahami teks Anda dan memberikan respons yang tepat.
Tidak adanya petunjuk konteks dan bahasa tubuh yang dapat membuat orang merasa panik atau tidak yakin tentang makna dari pesan teks.
Ketika seseorang mengalami kecemasan membalas pesan, mereka mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons atau mereka lebih memilih untuk sama sekali tidak membalas karena mereka merasa sangat cemas dan kewalahan.
Orang-orang yang memiliki kecemasan sosial cenderung lebih rentan terhadap kecemasan teks dibandingkan orang lain. Jika Anda menduga orang yang Anda sayangi mengalami kecemasan saat membalas pesan cobalah bersabar terhadap mereka.
Bagi sebagian orang, penggunaan perangkat digital secara terus-menerus menimbulkan perasaan lelah dan apatis. Ketika hal ini terjadi, mereka mungkin merasa kurang termotivasi untuk membalas pesan, dan malah membiarkan pesan yang belum terbaca menumpuk.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
