Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 April 2025 | 04.39 WIB

Tak Selalu Tentang Romansa, Inilah 3 Cara Pasangan yang Berjuang dengan Benar dalam Membina Hubungannya

Ilustrasi zodiak paling setia dan romantis. (Freepik) - Image

Ilustrasi zodiak paling setia dan romantis. (Freepik)

JawaPos.com - Semakin dewasa, seharusnya kita paham bahwa hubungan itu tak selalu soal cinta dan romansa belaka. Mungkin itu hanya ada dalam drama atau cerita orang-orang di media sosial.

Banyak hal yang ternyata perlu diperjuangkan dalam sebuah hubungan, yakni dengan saling mengerti, menghargai, dan berusaha sekencang apapun badainya. Kita juga perlu menyadari untuk membangun hubungan yang kokoh, perlu saling menguatkan dalam keadaan apapun.

Dilansir dari laman Psychology Today pada Selasa (08/04) inilah 3 cara pasangan yang berjuang dengan benar dalam membina hubungannya :

1. Menggunakan cara memulai yang lembut

Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan pasangan ketika mendiskusikan masalah adalah datang dengan kepala panas dan menyalahkan. Meskipun dapat dimengerti untuk merasa emosional dalam konflik, dari cara kamu memulai percakapan sering kali menentukan bagaimana percakapan akan berakhir.

Masuk akal jika kamu memulai percakapan dengan permusuhan, pasanganmu kemungkinan akan menjadi defensif. Dari sana, apa yang bisa menjadi diskusi konstruktif berputar menjadi argumen yang tidak relevan.

Penelitian Gottman menekankan pentingnya apa yang dia sebut "start-up yang melunak" yaitu, mendekati konflik dengan tenang, kejelasan, dan perhatian. Alih-alih langsung masuk dengan tuduhan, tujuannya adalah untuk membingkai kekhawatiran dengan cara yang mendorong percakapan, bukan pertempuran.

Ingat, pasangan yang menangani konflik dengan baik tidak menghindari percakapan yang sulit. Tapi mereka bertanggung jawab atas caranya sendiri. Mulailah diskusi dengan lembut dan mengatur nada untuk dialog dua arah.

2. Terima bahwa beberapa masalah tidak dapat dipecahkan

Sangat mudah untuk berpikir bahwa hubungan yang baik berarti harus menyelesaikan setiap perselisihan. Tapi pada kenyataannya, sebagian besar konflik tidak memiliki solusi semudah pemotong kue.

Faktanya, penelitian Gottman menemukan bahwa 69 persen konflik hubungan bersifat abadi, artinya konflik tersebut berasal dari perbedaan mendasar dalam kepribadian, nilai, atau gaya hidup.

Dengan cara ini, pasangan yang paling bahagia bukanlah orang-orang yang "memperbaiki" setiap masalah. Mereka adalah orang-orang yang belajar mengelola perbedaan dengan cara yang berfokus pada apa yang dapat mereka ubah, bukan apa yang tidak dapat mereka ubah.

3. Selalu lakukan upaya perbaikan

Setiap pasangan bertengkar, tetapi mereka yang tetap bersama adalah tahu bagaimana mengurangi ketegangan dan yang paling penting, bisa terhubung kembali.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore