Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 April 2025 | 21.39 WIB

Orang yang Tak Bisa Tidur Tanpa TV Menyala Kerap Punya 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi

erilaku orang yang tak bisa tidur tanpa TV menyala menurut psikologi. (Freepik/ DC Studio) - Image

erilaku orang yang tak bisa tidur tanpa TV menyala menurut psikologi. (Freepik/ DC Studio)

JawaPos.com – Kebiasaan tidur dengan TV menyala bukan sekadar soal kenyamanan atau rutinitas, tapi juga bisa mencerminkan sisi psikologi seseorang yang lebih dalam.

Dalam pandangan psikologi, perilaku ini sering dikaitkan dengan cara individu mengelola kesepian, kecemasan, hingga kebutuhan akan rasa aman di tengah malam.

Mereka yang terbiasa dengan suara atau cahaya dari TV saat tidur, umumnya memiliki pola pikir dan kecenderungan perilaku yang unik.

Beberapa di antaranya mungkin tidak disadari, namun cukup konsisten muncul dalam keseharian mereka.

Dilansir dari geediting.com pada Selasa (8/4), diterangkan bahwa ada delapan perilaku orang yang tak bisa tidur tanpa TV menyala menurut psikologi.

1. Tingkat stres yang meningkat

Kebiasaan menonton tayangan sebelum tidur sering dikaitkan dengan tingkat stres yang lebih tinggi pada seseorang.

Suara dan cahaya dari layar dapat berfungsi sebagai pengalih perhatian, membantu mengalihkan pikiran dari kekhawatiran atau kecemasan yang dirasakan.

Sensasi ini mirip seperti memiliki selimut pengaman – suara dan gambar yang familiar menciptakan rasa nyaman dan kemudahan untuk rileks.

Hal ini memungkinkan pikiran untuk menenangkan diri hingga akhirnya membawa pada kondisi kantuk yang diinginkan.

Namun perlu diingat bahwa ini hanya salah satu kemungkinan penjelasan dan tidak berlaku sama untuk semua orang.

2. Terbiasa dengan suara latar belakang

Banyak orang yang tumbuh di lingkungan rumah yang ramai dengan berbagai aktivitas dan suara menjadi terbiasa dengan kondisi tersebut.

Ketika lingkungan berubah menjadi sunyi, seperti saat pindah ke tempat baru yang lebih tenang, keheningan justru bisa terasa mengganggu.

Suara dari layar elektronik dapat berfungsi sebagai latar belakang auditori yang familiar, memberikan rasa aman dan membantu dalam proses menuju keadaan istirahat.

Kebiasaan ini bukanlah suatu hal negatif selama tidak mengganggu kualitas istirahat atau orang lain.

Yang terpenting adalah memahami pola dan kebiasaan yang telah terbentuk dalam diri seseorang.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore