Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Maret 2025 | 00.29 WIB

4 Alasan Tersembunyi Mengapa Pasangan Berselingkuh di Balik Hubungan Bahagia

Ilustrasi pasangan selingkuh (freepik) - Image

Ilustrasi pasangan selingkuh (freepik)

JawaPos.com - Hubungan romantis yang sehat tidak selalu menjamin kesetiaan absolut. Bertentangan dengan kepercayaan umum, perselingkuhan dapat terjadi bahkan dalam ikatan yang tampaknya bahagia dan mendalam.

Fenomena ini membuat banyak pasangan bingung dan bertanya-tanya tentang akar permasalahan yang sebenarnya.

Artikel ini akan mengupas 4 faktor psikologis mendalam yang mendorong seseorang melakukan perselingkuhan, di mana alasan utamanya bukan sekadar ketidakpuasan, melainkan dinamika emosional yang kompleks dan tersembunyi yang dirangkum dari Psychology Today pada Kamis (27/03).

1. Pesona Kebaruan dan Dorongan Dopamin
Sistem reward otak manusia memainkan peran sentral dalam dinamika cinta romantis. Pada tahap awal hubungan, dopamin membanjiri otak dengan sensasi kegembiraan dan ketertarikan yang intens.

Setiap interaksi terasa istimewa, menciptakan pengalaman emosional yang mendalam dan memesona, seolah-olah setiap momen dipenuhi dengan keajaiban dan keterhubungan yang luar biasa.

Mekanisme neurobiologis di balik fenomena ini sangat kompleks. Neurotransmiter dopamin bertanggung jawab menciptakan perasaan bahagia, motivasi, dan penguatan.

Ketika seseorang jatuh cinta, sistem reward otak bekerja maksimal, menghasilkan sensasi euforia yang hampir mirip dengan efek zat adiktif.

Setiap sentuhan, pandangan, dan percakapan terasa elektrik dan penuh gairah.

Seiring berjalannya waktu, intensitas awal ini mulai berkurang. Penelitian neurosains menunjukkan bahwa cinta berevolusi dari fase dopamin yang penuh gairah menuju tahap keterikatan yang lebih stabil.

Proses ini alami dan diperlukan untuk membangun komitmen jangka panjang, namun bagi sebagian individu, transisi ini terasa membosankan dan menimbulkan kerinduan akan sensasi adrenalin yang dulu mereka rasakan.

Bagi individu tertentu, kehilangan intensitas awal hubungan dapat menjadi tantangan psikologis yang signifikan.

Mereka mungkin mulai merasa kehilangan gairah dan ketertarikan, sehingga mencari cara untuk kembali merasakan sensasi "cinta baru" yang memabukkan.

Perselingkuhan dalam konteks ini menjadi semacam jalan pintas untuk mendapatkan kembali gairah yang hilang, meskipun cara ini sangatlah merusak.

Solusi yang lebih sehat dan konstruktif adalah secara aktif menciptakan pengalaman baru bersama pasangan.

Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti bepergian spontan, mengeksplorasi hobi baru, mengambil kelas belajar bersama, atau meningkatkan keintiman dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore