
Ilustrasi media sosial
JawaPos.com - Di era dengan kemajuan teknologi sekarang ini, bukan tidak mungkin bagi seseorang untuk tidak memiliki media sosial. Baik itu Instagram, TIktok, sampai Twitter, bisa jadi salah satu opsi untuk dimiliki.
Kepemilikan atas media sosial ini bisa didasari oleh berbagai hal. Mulai dari pekerjaan, ingin terhubung dengan teman dan masih banyak lagi.
Seseorang bisa posting atau mengunggah berbagai macam postingan ke media sosial. Mulai dari kehidupan sehari-hari, film yang ditonton, dan masih banyak lagi.
Seseorang juga bisa saja tidak posting dalam waktu yang lama, setelah sebelumnya mengunggah postingan seperti biasa. Kamu mungkin punya teman semacam itu yang tiba-tiba menghilang dari radar media sosial.
Kamu mungkin bertanya-tanya mengapa temanmu mengambil keputusan untuk rehat dari media sosial. DIlansir dari Harvard dan Forbes, berikut ini merupakan 6 alasan mengapa seseorang memutuskan untuk rehat dari media sosial:
1. Mengejar Sesuatu
Alasan pertama mengapa seseorang memutuskan untuk rehat dari media sosial adalah karena mereka mengejar sesuatu. Dalam hidup, seseorang tentunya memiliki tujuan atau keinginannya masing-masing.
Mulai dari ingin masuk ke universitas tertentu, ingin membangun sebuah toko roti dan masih banyak lagi. Seseorang bisa saja ingin fokus pada tujuan dan menghilangkan distraksi yang ada termasuk media sosial.
Sebagaimana yang kamu ketahui, media sosial adalah gangguan besar bagi seseorang yang ingin mencapai mimpinya dengan baik. Ada yang mengurangi porsi bermain media sosial dan ada juga yang rehat dan tidak membuka medsos untuk sementara waktu.
2. Isu Kesehatan Mental
Alasan kedua mengapa seseorang tidak posting dan rehat media sosial dalam beberapa waktu adalah karena mereka mengalami masalah kesehatan mental. Tidak hanya sakit fisik, osu kesehatan mental merupakan sesuatu yang tidak bisa dianggap remeh.
Seseorang bisa mengalami kecemasan, gangguan tidur, gangguan makan, sampai depresi sampai tidak bisa menjalani hari seperti biasanya. Media sosial juga bisa jadi salah satu hal yang ditinggalkan sementara atau bahkan selamanya.
3. Ingin Interaksi Offline
Alasan ketiga mengapa seseorang rehat dari media sosial adalah karena mereka menginginkan interaksi offline. Seseorang bisa menghabiskan waktu terlalu banyak di media sosial sampai mengabaikan interaksi sosial di dunia nyata.
Mereka bisa saja memutuskan untuk mengurangi atau bahkan berhenti posting beberapa saat untuk bisa lebih mendekatkan diri ke lingkungan sekitar. Tentunya, setelah semuanya seimbang, seseorang tersebut bisa melanjutkan untuk main media sosial kembali.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
