Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Maret 2025 | 04.46 WIB

Perempuan yang Mau Jadi Selingkuhan Biasanya Punya 5 Pola Pikir Ini Menurut Psikologi! Simak Penjelasannya

Ilustrasi perempuan yang bersedia menjadi selingkuhan./Freepik.

JawaPos.com – Fenomena perempuan yang bersedia menjadi selingkuhan sering kali menimbulkan pertanyaan besar: apa sih yang ada dalam pikirannya? Mengapa mereka mau merendahkan diri untuk menjadi yang kedua padahal si lelaki sudah memiliki pasangan.

Selain itu, pemberian label negatif bagi perempuan yang pernah menjadi selingkuhan juga menambah kontroversi diskusi soal topik ini.  

Menurut pandangan psikologi, ada berbagai faktor yang mendorong seseorang memilih posisi sebagai ‘wanita simpanan’, mulai dari ketertarikan emosional hingga rasionalisasi diri.

Bagi sebagian orang, hubungan terlarang ini bisa memberikan sensasi tertentu yang sulit mereka temukan dalam hubungan biasa. Ada yang menikmati status ‘terlarang’ tersebut, sementara yang lain percaya bahwa suatu hari mereka akan menjadi pilihan utama. 

Namun, apa sebenarnya pola pikir yang umum dimiliki perempuan yang mau menjalani hubungan semacam ini? Berdasarkan pengamatan psikologis dan berbagai pengalaman nyata, ada lima pola pikir yang sering muncul dalam benak perempuan yang bersedia menjadi selingkuhan. 

Dilansir dari Thought Catalog, Senin (24/3), berikut lima pola pikir yang umumnya dimiliki perempuan yang menjalani hubungan sebagai selingkuhan:

1. “Awalnya Aku Tidak Berniat, Tapi Tiba-Tiba Terjadi dan Nyaman”

Banyak hubungan perselingkuhan dimulai dari interaksi yang tampak tidak berbahaya. Pertemanan biasa bisa dengan cepat berkembang menjadi kedekatan emosional, terutama jika pria yang sudah memiliki pasangan menunjukkan perhatian lebih. 

Dalam kasus ini, perempuan yang menjadi selingkuhan sering kali merasa tidak berniat merusak hubungan utama, tetapi meyakini bahwa keadaan membawa mereka ke titik tersebut.

2. “Ada Sensasi yang Membuatku Ketagihan”

Ketertarikan pada pria yang sudah memiliki pasangan bisa memberikan perasaan euforia tersendiri. Status sebagai ‘perempuan terlarang’ justru membuat hubungan ini terasa lebih menggairahkan dan menantang. 

Dalam psikologi, konsep ini sering dikaitkan dengan ‘forbidden fruit effect’—di mana sesuatu yang dilarang justru semakin diinginkan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore