
seseorang yang kerap mencari tahu gejala penyakit di google. (Freepik/freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda merasakan sakit kepala ringan atau nyeri dada, lalu tanpa pikir panjang langsung membuka Google untuk mencari tahu penyebabnya?
Beberapa menit kemudian, Anda mulai panik karena menemukan artikel yang menyebutkan bahwa gejala tersebut bisa menjadi tanda penyakit serius.
Jika ini terdengar familiar, Anda tidak sendirian. Kebiasaan mencari gejala di Google, yang sering disebut cyberchondria, adalah perilaku yang cukup umum di era digital ini.
Meskipun internet adalah sumber informasi yang luas dan dapat membantu meningkatkan kesadaran kesehatan, pencarian gejala secara berlebihan justru bisa memperburuk kecemasan.
Dilansir dari Small Biz Technology pada Senin (24/3), ada beberapa alasan psikologis mengapa Anda merasa sulit untuk berhenti mencari gejala di Google. Berikut adalah tujuh di antaranya:
1. Kecemasan Berlebihan terhadap Kesehatan (Health Anxiety)
Salah satu alasan utama seseorang terus-menerus mencari gejala kesehatan di Google adalah kecemasan berlebihan terhadap kesehatan.
Orang dengan health anxiety cenderung meyakini bahwa setiap perubahan kecil dalam tubuh adalah tanda dari penyakit serius.
Bahkan setelah mendapatkan penjelasan dari dokter, mereka tetap merasa cemas dan terus mencari informasi tambahan.
Ketika Anda mengalami kecemasan kesehatan, internet bisa menjadi pisau bermata dua.
Di satu sisi, informasi medis yang akurat dapat membantu Anda memahami gejala dengan lebih baik.
Namun, di sisi lain, membaca informasi yang berlebihan tanpa konteks yang tepat bisa memicu ketakutan yang tidak perlu.
2. Bias Konfirmasi (Confirmation Bias)
Otak manusia memiliki kecenderungan untuk mencari informasi yang mendukung keyakinan yang sudah ada.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
