Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Maret 2025 | 02.00 WIB

5 Pengalaman Masa Kecil yang Mungkin Berkorelasi dengan Ketidaksetiaan Perempuan dalam Hubungan

Ilustrasi seorang perempuan yang sedang selingkuh (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi seorang perempuan yang sedang selingkuh (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Masa kecil seringkali menjadi fondasi penting bagi bagaimana seseorang membangun hubungan di kemudian hari. Pengalaman-pengalaman yang dialami saat belia ternyata menyimpan pengaruh yang cukup dalam.

Menurut penelitian psikologis yang dikutip dari laman Geediting.com, Minggu (23/3), ada korelasi antara pengalaman masa kecil tertentu dengan potensi ketidaksetiaan perempuan dalam hubungan asmara. Mari kita telusuri faktor-faktor apa saja yang dapat memengaruhi hal ini. 

1. Kebutuhan Emosional yang Tidak Terpenuhi

Satu di antara pengalaman masa kecil yang dapat memengaruhi kesetiaan adalah kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi. Ketika seorang anak perempuan merasa kurang diperhatikan atau dicintai, hal ini bisa menciptakan luka batin. Luka ini mungkin mendorong mereka mencari validasi dan perhatian di luar hubungan utama saat dewasa.

2. Pengalaman Trauma atau Pelecehan

Pengalaman traumatis seperti pelecehan fisik atau emosional juga dapat memainkan peran signifikan. Trauma masa kecil sering kali merusak kemampuan seseorang untuk mempercayai orang lain. Akibatnya, membangun hubungan yang sehat dan setia menjadi tantangan tersendiri di masa dewasa.

3. Kurangnya Kelekatan yang Aman

Kelekatan yang aman dengan orang tua atau pengasuh di masa kecil sangat penting bagi perkembangan emosional. Anak-anak yang tidak merasakan kelekatan yang aman mungkin tumbuh menjadi orang dewasa yang kesulitan menjalin komitmen. Mereka bisa merasa cemas atau takut akan keintiman, yang berpotensi memicu perilaku tidak setia.

4. Menyaksikan Perselingkuhan Orang Tua

Melihat orang tua berselingkuh saat masih anak-anak dapat memberikan dampak yang mendalam. Pengalaman ini bisa menormalisasi atau bahkan menginternalisasi gagasan tentang ketidaksetiaan dalam sebuah hubungan. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan seperti ini mungkin lebih rentan mengulangi pola yang sama di kemudian hari.

5. Pengabaian Emosional

Pengabaian emosional, meskipun tidak sejelas pelecehan fisik, juga dapat meninggalkan bekas yang mendalam. Anak-anak yang merasa diabaikan secara emosional mungkin tumbuh dengan perasaan kosong dan tidak berharga. Perasaan ini bisa mendorong mereka mencari perhatian dan validasi dari pihak lain di luar hubungan mereka.

Penting untuk diingat bahwa korelasi ini tidak berarti bahwa semua perempuan dengan pengalaman masa kecil itu pasti akan berselingkuh. Namun, penelitian menunjukkan bahwa pengalaman-pengalaman ini dapat meningkatkan risiko terjadinya ketidaksetiaan. Pemahaman akan hal ini bisa menjadi langkah awal untuk mengenali dan mengatasi potensi masalah dalam hubungan.

Memahami akar permasalahan sejak dini dapat membantu individu untuk lebih menyadari pola perilaku mereka. Terapi dan konseling juga bisa menjadi solusi efektif untuk mengatasi dampak negatif dari pengalaman masa kecil. Dengan kesadaran dan upaya yang tepat, setiap orang memiliki kesempatan untuk membangun hubungan yang sehat dan setia.

Meskipun masa lalu memiliki pengaruh, bukan berarti masa depan sudah ditentukan. Setiap individu memiliki kemampuan untuk belajar dan berkembang. Membangun komunikasi yang terbuka dan jujur dengan pasangan juga menjadi kunci penting dalam menjaga keharmonisan dan kesetiaan dalam hubungan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore