Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Maret 2025 | 02.53 WIB

6 Tanda Bahasa Tubuh Seseorang yang Menunjukkan Perasaan Tidak Bahagia dalam Menjalani Kehidupannya

Ilustrasi tanda bahasa tubuh seseorang tidak bahagia (benzoix/freepik.com) - Image

Ilustrasi tanda bahasa tubuh seseorang tidak bahagia (benzoix/freepik.com)

JawaPos.com - Tak mampu dipungkiri bahwa manusia memang penuh dengan kompleksitas. Adakalanya, kata-kata yang diucapkan tidak sejalan dengan bahasa tubuh yang mereka tampilkan.

Kondisi ini terutama terlihat saat seseorang tidak merasa bahagia, tetapi berusaha menyembunyikannya. Pada momen-momen seperti ini, tubuh mereka mulai memberikan petunjuk-petunjuk halus yang sulit untuk disembunyikan.

Bagi mereka yang peka, mata yang terlatih bisa menangkap sinyal-sinyal ini dan mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di dalam hati mereka, meski kata-kata mereka mencoba menutupi perasaan yang sesungguhnya.

Dikutip dari Geediting, berikut ini beberapa tanda bahasa tubuh seseorang yang menunjukkan perasaan tidak bahagia dalam menjalani kehidupannya.

1. Senyum yang dipaksakan

Senyum sering menjadi pelindung, sebuah kedok guna menyembunyikan kekacauan emosional yang terjadi di dalam diri seseorang. Di balik senyum yang tampaknya ceria, biasanya tersembunyi perasaan yang sebenarnya. Senyum yang tulus bukan hanya terlihat pada mulut. Senyum sejati melibatkan seluruh ekspresi wajah, terutama mata.

Ketika seseorang benar-benar merasa bahagia, mata mereka akan memperlihatkan kerutan di sudutnya, menciptakan apa yang kita sebut sebagai garis tawa. Jadi, lain kali ketika kamu melihat seseorang tersenyum hanya dengan bibir, coba amati lebih seksama. Bisa jadi itu adalah tanda bahwa mereka sedang mencoba menyembunyikan kesedihan atau ketidakbahagiaan di balik senyuman yang dipaksakan.

2. Menghindari kontak mata

Kontak mata mampu menjadi jendela guna memahami perasaan dan kondisi emosional seseorang. Misalnya, setiap kali seseorang berbicara, dia selalu menghindari pandanganmu, matanya justru beralih ke lantai, dinding, atau ke luar jendela. Seperti ada sesuatu yang dia coba hindari atau sembunyikan.

Ternyata, di sedang menghadapi masalah pribadi yang berat dan sesuatu yang belum siap ia ungkapkan. Meski merasa sangat tidak bahagia, dia berusaha keras menyembunyikan perasaannya. Sikapnya yang menghindari kontak mata itu sebenarnya menjadi tanda bisu, sebuah panggilan minta tolong yang tak terucapkan, menggambarkan betapa sulitnya perasaannya.

3. Postur tubuh membungkuk

Tubuh kita sering mencerminkan kondisi emosional kita. Saat merasa bahagia dan percaya diri, kita cenderung berdiri tegak dengan bahu terbuka dan kepala tinggi. Sebaliknya, saat merasa tidak bahagia, tubuh kita juga memperlihatkan hal tersebut. Menariknya, penelitian mengungkapkan bahwa postur tubuh dapat memengaruhi suasana hati kita.

Sebuah studi di Journal of Behavior Therapy and Experimental Psychiatry menemukan bahwa orang dengan postur tubuh membungkuk cenderung merasakan lebih banyak emosi negatif dibandingkan mereka yang berdiri tegak. Walau seseorang berupaya menyembunyikan ketidakbahagiaan, bahasa tubuhnya kadang mengungkapkannya. Postur tubuh membungkuk, bahu terkulai, atau kepala tertunduk bisa menunjukkan beban emosional yang lebih dalam.

4. Gelisah

Terkadang, kita semua melakukan kebiasaan gelisah seperti mengetukkan kaki, memutar pulpen, atau menggigit kuku tanpa sadar. Meskipun kebiasaan ini sering dianggap sepele, namun tindakan ini bisa menjadi tanda bahwa seseorang sedang bergumul dengan tekanan emosional yang mendalam.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore