
Ilustrasi kebiasaan sepele yang bisa membuat orang terlihat seperti dari kelas menengah ke bawah. (Freepik)
JawaPos.com – Dalam hal belanja, ada kebiasaan kecil yang sebenarnya menunjukkan status sosial seseorang. Apakah dia orang dengan status kelas menengah ke atas atau ke bawah.
Ada hal-hal kecil dalam kebiasaan sehari-hari yang bisa memberikan gambaran lebih jelas tentang status ekonomi seseorang.
Menurut psikologi, beberapa orang punya kepekaan tinggi terhadap detail ini dan dapat mengenali pola tertentu yang sering ditemukan di kalangan kelas menengah ke bawah.
Ini bukan berarti mereka yang memiliki status menengah ke bahwa lebih buruk dari yang lainnya. Berikut delapan kebiasaan yang sering terlihat, dikutip dari Small Business Bonfire, Senin (17/3).
Saat berbelanja, orang dari kelas menengah ke bawah lebih cenderung fokus pada harga terbaik dibandingkan merek terkenal. Mereka sering membeli produk private label atau merek toko karena lebih ekonomis.
Ini bukan sekadar soal berhemat, tapi tentang mengelola keuangan dengan bijak. Mereka tahu kapan harus menghemat dan kapan bisa sedikit berfoya-foya, sehingga tetap bisa memenuhi kebutuhan tanpa merasa kekurangan.
Alih-alih langsung mengganti barang yang mulai usang, mereka lebih memilih untuk merawat atau memperbaikinya agar tetap bisa digunakan.
Misalnya, lebih memilih memperbaiki mobil lama daripada membeli yang baru, atau menjahit pakaian yang sobek daripada langsung membuangnya.
Kebiasaan ini mencerminkan pola pikir yang menghargai barang dan memanfaatkan apa yang sudah dimiliki sebaik mungkin.
Mereka sangat lihai mencari promo, diskon, atau kupon belanja. Entah itu untuk kebutuhan sehari-hari, elektronik, atau pakaian, mereka tahu kapan dan di mana bisa mendapatkan harga terbaik. Bukan berarti mereka pelit, melainkan cerdas dalam mengatur keuangan.
Orang dari kelas menengah ke bawah sangat memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Mereka tidak mudah tergoda membeli barang hanya karena tren.
Mereka lebih memilih membayar tagihan, menabung, atau membeli kebutuhan pokok daripada menghamburkan uang untuk barang mewah yang tidak benar-benar diperlukan.
Dari memperbaiki kebocoran pipa hingga mengecat rumah, mereka lebih suka melakukan sendiri daripada menyewa jasa profesional. Selain menghemat biaya, ada kepuasan tersendiri dalam menyelesaikan sesuatu dengan tangan sendiri.
Bagi mereka, belajar keterampilan baru lebih berharga daripada sekadar mengeluarkan uang untuk menyelesaikan masalah.
Meski memiliki anggaran terbatas, mereka sering kali lebih memilih mengalokasikan uang untuk pengalaman berharga.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
