Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Maret 2025 | 20.23 WIB

Kepribadian Anak setelah Kematian Orang Tua, Ternyata Ada 5 Tahapan Kesedihan yang Akan Dilewati

Ilustrasi kepribadian anak setelah kematian orang tuanya. (pexels.com) - Image

Ilustrasi kepribadian anak setelah kematian orang tuanya. (pexels.com)

JawaPos.com - Kematian orang tua kerap meninggalkan rasa duka mendalam kepada anak-anaknya. Meskipun waktu telah berlalu lama, rasa duka itu sering kali tetap sulit diatasi oleh anak dan keturunannya.

Menurut WebMD.com pada Kamis (13/3), ada kisah tentang rasa kehilangan yang dialami oleh seseorang bernama Zizzo. Beberapa bulan setelah ibunya meninggal, Cara Zizzo kembali menjalani rutinitasnya seperti biasa. Ia tetap bekerja dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Namun, kenangan kecil sering kali membuatnya tenggelam dalam kesedihan.

"Saya menemukan kartu pos yang dikirimkan di meja saya dan tak dapat menahan air mata," ungkap Zizzo, yang tinggal di New York City. Saat itu, Zizzo berusia 32 tahun dan merasakan dampak yang dalam dari kehilangan tersebut.

"Aspek tersulit adalah menyadari bahwa saya tidak akan pernah memiliki seorang ibu lagi," tambahnya.

Meski sudah dewasa, kehilangan orang tua tetap menyakitkan. "Sering kali, Anda kehilangan sosok yang mencintai Anda tanpa syarat dan memberikan rasa aman dalam hidup," jelas Holly Schiff, PsyD, psikolog dari Jewish Family Services of Greenwich, Connecticut. Jika hubungan dengan orang tua lebih kompleks, perasaan yang muncul bisa berupa kemarahan atau penyesalan.

Kesedihan akibat berduka juga sering kali disertai berbagai emosi lain. "Ketika ayah saya meninggal, saya merasa sangat terkejut," ujar Jason Phillips, terapis di Raleigh, NC.

"Kematian bukanlah topik yang sering dibicarakan dalam keluarga saya, jadi setelah beberapa hari, segalanya tampak kembali normal," lanjutnya. Namun, beberapa minggu kemudian, saat mulai benar-benar memproses kepergian ayahnya, ia justru dibanjiri emosi.

Dalam perjalanan berduka, Anda mungkin akan melewati beberapa tahapan kesedihan berikut:

1. Penyangkalan

Anda mungkin merasa mati rasa atau terkejut. Ini adalah cara otak Anda menghadapi berita yang luar biasa.

2. Kemarahan

Ketika Anda menerima kehilangan, emosi Anda mungkin berubah menjadi kemarahan. Anda mungkin mengarahkannya kepada orang lain, orang tua yang meninggal, atau kekuatan yang lebih tinggi.

3. Tawar-menawar

Anda mungkin merasa bersalah, dan berpikir "seandainya saja..." dan "bagaimana jika...". Hal ini membuat Anda menunda kenyataan akan kehilangan Anda.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore