Ilustrasi orang yang mengalami Impostor Syndrome. (Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa seolah-olah Anda hanya berpura-pura menjadi ahli dalam suatu bidang, padahal sebenarnya tidak? Anda mungkin sering membandingkan diri dengan orang lain dan merasa kurang pantas atas pencapaian yang telah diraih. Jika iya, Anda mungkin mengalami Impostor Syndrome, sebuah kondisi psikologis yang membuat seseorang merasa tidak layak atas keberhasilannya dan takut suatu saat akan "terbongkar" sebagai penipu.
Impostor Syndrome bisa menghambat perkembangan diri, menurunkan rasa percaya diri, dan bahkan menyebabkan stres serta kecemasan berlebihan. Menurut pakar psikologi Dr. Valerie Young, ada lima jenis utama Impostor Syndrome yang bisa dialami seseorang. Memahami tipe yang Anda alami dapat membantu mengatasi perasaan tidak percaya diri dan mulai membangun keyakinan yang lebih sehat terhadap kemampuan diri sendiri.
Dilansir dari YouTube Psch2Go, Minggu (09/3), berikut adalah lima jenis Impostor Syndrome yang bisa menghancurkan kepercayaan diri Anda.
Tipe ini menetapkan standar yang sangat tinggi bagi dirinya sendiri dan merasa gagal jika tidak mencapai kesempurnaan. Meskipun telah meraih banyak pencapaian, mereka selalu merasa bisa melakukan lebih baik lagi.
Jika Anda termasuk dalam kategori ini, cobalah untuk lebih menghargai progres yang telah dibuat, menetapkan ekspektasi yang realistis, dan menerima bahwa ketidaksempurnaan adalah bagian alami dari pertumbuhan.
Orang dengan tipe ini percaya bahwa mereka harus langsung berhasil dalam segala hal sejak awal. Jika mengalami kesulitan atau kegagalan, mereka merasa tidak kompeten.
Jika Anda merasa demikian, ingatlah bahwa setiap ahli juga pernah menjadi pemula. Proses belajar membutuhkan waktu dan setiap tantangan yang dihadapi adalah bagian dari perjalanan menuju keberhasilan.
Tipe ini merasa harus bisa unggul dalam setiap peran yang dijalani, baik di pekerjaan maupun kehidupan pribadi. Mereka sering memaksakan diri untuk bekerja terlalu keras dan kesulitan menetapkan batasan.
Jika Anda sering merasa kewalahan, penting untuk belajar mengatakan "tidak," meminta bantuan saat dibutuhkan, dan menyadari bahwa keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi sangatlah penting.
Orang dengan tipe ini merasa bahwa meminta bantuan adalah tanda kelemahan. Mereka percaya bahwa kesuksesan hanya berarti jika diraih dengan usaha sendiri tanpa campur tangan orang lain. Padahal, tidak ada yang bisa mencapai segalanya sendirian.
Belajar untuk meminta bantuan bukanlah tanda kegagalan, melainkan langkah cerdas untuk menjaga kesejahteraan mental dan fisik.
Tipe ini merasa harus menguasai setiap aspek dalam pekerjaannya dan menganggap kurangnya pengetahuan sebagai tanda bahwa mereka tidak layak berada di posisi tersebut.
Jika Anda termasuk dalam kategori ini, hindari membandingkan diri dengan orang lain dan fokuslah pada proses belajar yang berkelanjutan. Tidak ada yang tahu segalanya, dan itu adalah hal yang wajar.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
