Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Maret 2025 | 15.19 WIB

8 Tanda Bahaya yang Menunjukkan Hubunganmu Tidak Akan Bertahan Lama, Menurut Pakar Hubungan

Ilustrasi tanda hubungan yang tidak akan bertahan lama. (Freepik) - Image

Ilustrasi tanda hubungan yang tidak akan bertahan lama. (Freepik)

JawaPos.com - Dalam sebuah hubungan, ada perbedaan tipis antara tantangan yang bisa diatasi dan tanda bahaya yang menunjukkan hubungan tidak akan bertahan lama. Sering kali, tanda-tanda ini terlihat jelas. Namun, banyak orang memilih mengabaikannya hingga akhirnya mengalami patah hati.

Sayangnya, mengenali red flags dalam hubungan tidak selalu mudah. Terkadang, perasaan yang terlalu dalam membuat kita sulit melihat kenyataan.

Tina Fey, seorang pakar hubungan bersertifikasi, dilansir dari Blog Herald pada Sabtu (8/3), membagikan delapan tanda bahaya yang bisa menjadi petunjuk bahwa hubunganmu mungkin tidak akan bertahan lama.

1. Kritik Berlebihan

Kritik adalah hal yang wajar dalam hubungan. Namun, jika kritik terus-menerus dan bersifat merendahkan, ini bisa menjadi masalah besar. Pasangan yang sering mengkritik keputusan atau tindakanmu dapat merusak rasa percaya diri dan membuatmu mulai meragukan dirimu sendiri.

Menurut Tina, banyak kliennya merasa terkuras secara emosional karena kritik tanpa henti dari pasangan mereka. Komunikasi yang sehat adalah tentang memberi masukan yang membangun, bukan kritik yang menjatuhkan. Jika kritik terasa menyakitkan dan tidak produktif, saatnya mempertanyakan kelanjutan hubunganmu.

2. Kurangnya Komunikasi

George Bernard Shaw pernah berkata, "Masalah terbesar dalam komunikasi adalah ilusi bahwa komunikasi telah terjadi." Komunikasi adalah fondasi utama dalam hubungan yang sehat. Ini membantu pasangan memahami satu sama lain, menyelesaikan konflik, dan mempererat ikatan emosional.

Jika pasanganmu sering menghindari pembicaraan serius, mengabaikan perasaanmu, atau tidak mendengarkan saat kamu berbicara, ini adalah tanda bahaya yang serius.

Tina menekankan pentingnya komunikasi terbuka dalam setiap hubungan. Tanpa komunikasi yang efektif, hubungan akan sulit berkembang.

3. Ketergantungan Emosional (Codependency)

Ketergantungan emosional sering kali disalahartikan sebagai bentuk cinta atau perhatian yang mendalam. Namun, cinta sejati seharusnya memungkinkanmu berkembang sebagai individu, bukan kehilangan jati diri.

Jika kebahagiaanmu sepenuhnya bergantung pada pasangan atau kamu terus-menerus mengorbankan kebutuhanmu demi mereka, kamu mungkin berada dalam hubungan yang tidak sehat.

Dalam bukunya Breaking The Attachment: How To Overcome Codependency in Your Relationship, Tina membahas secara mendalam cara mengatasi ketergantungan emosional dan membangun pola hubungan yang lebih sehat.

4. Terlalu Harmonis

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore