Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Maret 2025 | 03.42 WIB

Perempuan yang Kembali Berkarier Setelah Punya Anak, Sering Kali Berjuang dengan 7 Masalah Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi perempuan yang kembali berkarier setelah punya anak./Pexels. - Image

Ilustrasi perempuan yang kembali berkarier setelah punya anak./Pexels.

JawaPos.com - Kehidupan seorang perempuan banyak dipertaruhkan ketika mereka menikah lalu punya anak, mimpi yang tadinya ingin berkarier di luar terkadang harus dikorbankan.

Perempuan akan dilanda kebingungan ketika ia harus memilih kariernya atau anak, karena bagaimana pun juga seorang ibu ingin selalu dekat dan melihat tumbuh kembang buah hatinya.

Namun kebingungan itu terkadang membuat perempuan perlu berjuang untuk menyeimbangkan hidup antara karier dan keluarga, mereka juga sering kali berjuang dengan masalah yang berbeda.

Dilansir dari laman Small Biz Technology pada Sabtu (08/03) perempuan yang menunda kariernya demi menjaga anak, sering kali berjuang dengan 7 masalah ini menurut psikologi :

1. Keyakinan tidak kembali dalam semalam

Mengambil cuti dari pekerjaan untuk membesarkan anak-anak bisa sangat memuaskan, tetapi kembali ke pengaturan profesional setelah istirahat panjang dapat mengguncang kepercayaan diri dengan cara yang tidak terduga.

Bahkan jika kamu pernah sangat terampil di bidang itu, mudah untuk mulai meragukan diri sendiri. Itulah alasan kenapa membangun kembali kepercayaan diri membutuhkan waktu.

Kuncinya adalah untuk kembali mengingatkan diri sendiri tentang kekuatan atau mengingat kemenangan kecil . Keyakinan bukanlah sesuatu yang kamu miliki, tapi perlu dibangun waktu demi waktu.

2. Kembali bekerja terasa seperti memulai dari awal

Tidak ada yang benar-benar mempersiapkanmu untuk betapa rendah hatinya melangkah kembali ke dunia kerja setelah cuti.

Daftar pencapaian yang dulunya mengesankan tiba-tiba terasa ketinggalan zamanm serta deskripsi pekerjaan dipenuhi dengan kata kunci baru yang tidak dikenali.

Membangun kembali karier setelah cuti panjang bukan hanya tentang memperbarui keterampilan, tapi tentang mengingatkan diri sendiri dan terkadang orang lain bahwa kamu masih membawa nilai.

3. Rasa bersalah muncul dengan cara yang tidak terduga

Tiba-tiba, pertanyaan yang tak pernah diduga selalu muncul. Seperti “Apakah anak-anak saya akan merasa ditinggalkan?” atau “Apakah saya egois karena menginginkan karier lagi?”

Rasa bersalah semacam ini bukan hanya secara pribadi tapi seluruh perempuan merasakannya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore