JawaPos.com-Mengapa Kesan Pertama Sangat Penting? Seperti yang diketahui, kesan pertama adalah segalanya.
Dalam hitungan detik setelah bertemu seseorang, otak kita secara otomatis membentuk opini tentang orang tersebut berdasarkan ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan cara berbicara.
Studi psikologi menunjukkan bahwa kesan pertama sangat sulit diubah. Oleh karena itu, penting untuk memahami perilaku yang bisa membuat orang tidak menyukai kita sejak awal.
Beberapa kebiasaan mungkin tampak sepele, tetapi sebenarnya bisa berdampak besar terhadap cara orang lain memandang kita.
Dilansir JawaPos.com dari laman Geediting.com pada Rabu, 5 Maret 2025, berikut adalah delapan perilaku yang dapat membuat kesan pertama Anda buruk, serta cara menghindarinya.
1. Mendominasi Percakapan
Saat bertemu orang baru, kita sering merasa perlu untuk mengesankan mereka dengan cerita menarik atau pencapaian pribadi. Namun, berbicara terlalu banyak tentang diri sendiri bisa membuat orang lain merasa tidak dihargai dan bosan.
Mengapa ini buruk?
Membuat orang lain merasa tidak dihargai.
Menunjukkan kurangnya empati dan kepedulian.
Bisa dianggap sebagai tanda narsisme.
Cara menghindarinya:
Berikan ruang bagi orang lain untuk berbicara.
Ajukan pertanyaan terbuka dan dengarkan dengan sungguh-sungguh.
Gunakan teknik komunikasi aktif seperti mengangguk atau mengulangi poin penting yang disampaikan lawan bicara.
2. Menghindari Kontak Mata
Kontak mata adalah salah satu elemen penting dalam komunikasi non-verbal. Ketika seseorang menghindari kontak mata, hal itu bisa menimbulkan kesan tidak percaya diri, gugup, atau bahkan tidak jujur.
Mengapa ini buruk?
Membuat orang lain merasa tidak dihargai.
Bisa diartikan sebagai tanda kebohongan atau kurangnya perhatian.
Menunjukkan kurangnya rasa percaya diri.
Cara menghindarinya:
Lakukan kontak mata dengan cara yang alami dan tidak berlebihan.
Jika merasa gugup, latih teknik pernapasan untuk tetap tenang.
Fokuskan perhatian pada lawan bicara, bukan pada rasa gugup Anda.
3. Memberikan Jabat Tangan yang Lemah
Jabat tangan adalah salah satu isyarat pertama yang diperhatikan orang saat bertemu seseorang. Jabat tangan yang terlalu lemah dapat memberikan kesan kurang percaya diri, sedangkan yang terlalu kuat bisa terasa agresif.
Mengapa ini buruk?
Jabat tangan yang lemah bisa dianggap sebagai tanda kelemahan atau kurangnya antusiasme.
Jabat tangan yang terlalu kuat bisa dianggap sebagai tanda dominasi yang berlebihan.
Cara menghindarinya:
Latih jabat tangan yang mantap tetapi tetap ramah.
Pastikan telapak tangan Anda tidak berkeringat.
Sesuaikan tekanan jabat tangan dengan situasi dan budaya setempat.
4. Memeriksa Ponsel Terlalu Sering
Dalam dunia digital saat ini, sulit untuk tidak mengecek ponsel setiap beberapa menit. Namun, saat pertama kali bertemu seseorang, terus-menerus melihat layar ponsel bisa memberikan kesan bahwa Anda tidak tertarik dengan mereka.
Mengapa ini buruk?
Membuat orang lain merasa diabaikan.
Mengganggu alur percakapan.
Mengurangi kesan sopan dan profesionalisme.
Cara menghindarinya:
Simpan ponsel di dalam tas atau saku selama percakapan.
Jika harus mengecek sesuatu yang penting, minta izin terlebih dahulu.
Berikan perhatian penuh pada lawan bicara.
5. Tidak Tersenyum
Senyuman adalah isyarat universal yang menunjukkan keramahan dan keterbukaan. Orang yang tidak tersenyum saat pertama kali bertemu cenderung dianggap dingin, tidak ramah, atau bahkan sombong.
Mengapa ini buruk?
Membuat orang lain merasa tidak diterima.
Bisa dianggap sebagai tanda ketidaktertarikan atau sikap defensif.
Mengurangi peluang untuk membangun hubungan yang baik.
Cara menghindarinya:
Latih kebiasaan tersenyum secara alami.
Berlatih di depan cermin untuk melihat bagaimana ekspresi wajah Anda.
Pikirkan sesuatu yang menyenangkan agar senyuman terasa lebih tulus.
6. Sering Mengganggu Pembicaraan
Menyela seseorang saat berbicara bisa membuat mereka merasa diremehkan dan tidak dihargai. Meskipun Anda memiliki pendapat atau ingin berbagi cerita, penting untuk memberikan ruang bagi orang lain untuk menyelesaikan apa yang ingin mereka sampaikan.
Mengapa ini buruk?
Membuat orang lain merasa tidak dihargai.
Menunjukkan kurangnya kesabaran dan kesopanan.
Bisa dianggap sebagai tanda egoisme.
Cara menghindarinya:
Tunggu hingga lawan bicara menyelesaikan kalimat mereka sebelum merespons.
Gunakan teknik mendengarkan aktif.
Jika ingin menanggapi, angkat tangan atau beri isyarat sopan sebelum berbicara.
7. Lupa Nama Orang yang Baru Ditemui
Nama adalah bagian penting dari identitas seseorang. Lupa nama seseorang segera setelah diperkenalkan bisa membuat mereka merasa tidak penting atau diabaikan.
Mengapa ini buruk?
Bisa memberikan kesan bahwa Anda tidak peduli.
Membuat orang lain merasa kurang dihargai.
Mengurangi koneksi sosial yang bisa terbentuk.
Cara menghindarinya:
Ulangi nama mereka segera setelah mereka mengatakannya.
Kaitkan dengan sesuatu yang mudah diingat.
Jika lupa, tanyakan kembali dengan sopan.
8. Kurangnya Minat yang Tulus
Orang dapat merasakan ketulusan atau kepura-puraan dalam sebuah interaksi. Jika Anda tampak tidak tertarik atau hanya berpura-pura mendengarkan, orang lain akan segera menyadarinya dan merasa tidak dihargai.
Mengapa ini buruk?
Orang lain bisa merasa bahwa Anda tidak tulus.
Mengurangi kesempatan membangun hubungan yang baik.
Bisa membuat percakapan terasa canggung dan tidak berarti.
Cara menghindarinya:
Fokuskan perhatian penuh pada orang yang Anda ajak bicara.
Tunjukkan rasa ingin tahu dengan bertanya lebih dalam.
Gunakan bahasa tubuh yang menunjukkan ketertarikan, seperti mengangguk atau mengulang poin yang mereka sampaikan.
Membuat kesan pertama yang baik bukan hanya tentang bagaimana Anda berbicara, tetapi juga bagaimana Anda mendengarkan, merespons, dan menghormati orang lain. Dengan menghindari perilaku-perilaku di atas, Anda bisa meningkatkan peluang untuk diterima dengan baik dalam berbagai situasi sosial, baik dalam lingkungan profesional maupun pribadi.
Ingat, kesan pertama bisa bertahan lama—jadi pastikan Anda memberikan yang terbaik sejak awal.***