
Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid dipanggil KPK sebagai saksi kasus HGB Summarecon. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Hendarsam Marantoko memastikan belum ada pencekalan atas nama Nusron Wahid. Namun, dia tidak menampik perjalanan menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Malaysia dan Singapura pekan lalu.
”Sampai saat ini belum, belum ada (pencekalan). Jadi, sebagai pelaksana teknis, kami hanya menjalankan permintaan atau permohonan dari instansi terkait, dari APH (Aparat Penegak Hukum) atau dari kementerian dan lembaga lain. Sepengetahuan kami sampai dengan saat ini belum ada,” kata dia pada Selasa (20/10).
Meski begitu, Hendarsam mengakui bahwa data perjalanan luar negeri mencatat bahwa Nusron bepergian ke Singapura melalui Batam. Kemudian yang bersangkutan melakukan perjalanan ke Malaysia dalam rangka tugas dinas. Sehingga ditemani oleh beberapa petugas.
”Iya, sempat ke Malaysia. Ada kegiatan binas di sana. Jadi, apa namanya itu, ditemani oleh beberapa petugas,” imbuhnya.
KPK Pertimbangkan Jemput Paksa
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan melakukan upaya jemput paksa terhadap Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Pertimbangan itu setelah politikus Partai Golkar tersebut tidak hadir dari 2 panggilan pemeriksaan KPK.
Bahkan, pada panggilan pemeriksaan kedua, Kamis (15/10), Nusron diduga plesiran ke Malaysia. Namun, langkah jemput paksa terhadap Nusron didasarkan pada ketentuan hukum yang berlaku.
”Ketika panggilan kedua tidak hadir, maka yang berlaku berikutnya di ketentuan hukum acara yang baru, itu baru dengan surat perintah pembawa,” kata Plt Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK, Ahmad Taufik Husein kepada wartawan, Minggu (18/10).
Baca Juga:Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI, Enam Aktivis Greenpeace Dibawa ke Polda Metro Jaya
Taufik mengungkapkan, KPK menerima surat ketidakhadiran Nusron, satu hari sebelum panggilan pemeriksaan, pada Rabu (14/10). Nusron menyampaikan surat dengan alasan perjalanan dinas ke luar negeri.
”Kemarin, tanggal 14 itu agenda kegiatan perdin ke luar negeri. Kalau nggak salah ke Malaysia,” tuturnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022