Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid angkat bicara soal OTT KPK yang menyasar Kementerian ATR/BPN, Jumat (18/9).
JawaPos.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menghadiri rapat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Reforma Agraria di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/9). Usai mengikuti agenda tersebut, Nusron dicecar sejumlah pertanyaan oleh wartawan mengenai dugaan suap terkait pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB).
Nusron memilih tidak banyak berkomentar mengenai perkara yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut. Dia menegaskan Kementerian ATR/BPN menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
"Kan sudah tak sampaikan kalau soal itu, kami menghormati proses hukum yang dilakukan oleh KPK. Jadi posisi kami menghormati dan mengikuti proses yang ada," kata Nusron di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9).
Selain soal kasus dugaan suap di lingkungan ATR/BPN, Nusron juga turut dipertanyakan awak media soal pengunduran dirinya dari kepengurusan DPP Partai Golkar. Nusron membenarkan bahwa persoalan tersebut sebelumnya telah dibicarakan dengan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
"Kalau soal itu kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil dari tahun lalu. Jadi selebihnya lebih baik tanyakan sama Pak Bahlil selaku ketua umum. Kami sudah pernah diskusi masalah itu lama," ujarnya.
Saat kembali ditanya mengenai alasan dirinya disebut mundur dari kepengurusan Partai Golkar, Nusron memilih tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Dia hanya terdiam dan berusaha meninggalkan lokasi.
Sejumlah awak media kembali mengejar Nusron untuk meminta penjelasan mengenai alasan pengunduran dirinya. Namun, Menteri ATR/BPN itu menegaskan bahwa dirinya telah memberikan jawaban terkait persoalan tersebut.
"Kan udah tak jawab," jelasnya.
Tak puas dengan pernyataan Nusron, awak media yang meliput di DPR mempertanyakan soal evaluasi internal Kementerian ATR/BPN setelah adanya pemeriksaan dan penanganan perkara oleh KPK. Namun, Nusron meminta wartawan tidak terus mengejarnya karena hendak meninggalkan lokasi.
"Ini kan aku mau pulang. Caranya nggak begini, caranya nggak begini," imbuhnya.
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sebelumnya membantah kabar dirinya menghilang usai adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kementerian yang dipimpinnya. Hal ini setelah KPK menetapkan delapan tersangka terkait kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) Summarecon di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Nusron Wahid hanya bergurau terkait kabar yang menyebutkan dirinya menghilang. Terlebih, namanya dikait-kaitkan dengan kasus yang dtengah ditangani KPK.
"Masa kita bisa menghilang kayak jin, ya?" ucap Nusron di kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Jumat (18/9).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022