Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Agustus 2026 | 15.11 WIB

Kerusuhan Hingga Pembakaran Pos Polisi dan Sepeda Motor di Pejompongan Pasca Aksi Demo DPR

Dua motor dibakar massa di Pejompongan, diambil dari Parkiran Pos Polisi (Royyan/JawaPos.com) - Image

Dua motor dibakar massa di Pejompongan, diambil dari Parkiran Pos Polisi (Royyan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Aksi demo di DPR, Senayan, Jakarta, pada Kamis (28/7) berlangsung sesuai rencana. Kelompok massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyuarakan aspirasi hingga diterima oleh pimpinan dewan. Namun, kerusuhan terjadi pasca peserta aksi pelan-pelan membubarkan diri.

Berdasar laporan dari lokasi aksi, massa AMPB yang dipimpin oleh Botok sudah meninggalkan Komplek DPR sejak siang hari. Pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) memastikan hal itu. Mereka bubar beberapa saat setelah diterima pimpinan dewan.

”Kami mengapresiasi masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Setelah perwakilan AMPB diterima oleh pimpinan DPR RI, massa secara bertahap meninggalkan lokasi dengan baik,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Dalam pertemuan dengan pimpinan DPR, massa AMPB meminta agar RUU Perampasan Aset disahkan segera. Mereka mendapatkan garansi bahwa aturan tersebut bakal diketok pada 15 Desember mendatang. Jika tidak, pimpinan dewan berjanji mengundurkan diri. Komitmen itu yang membuat mereka bubar.

Massa Aksi Terus Berdatangan sampai Sore dan Malam Hari

Namun, massa AMPB bukan satu-satunya kelompok yang turun ke jalan. Pasca Mas Botok dan kelompoknya mundur, sejumlah massa tetap berdatangan ke sekitar DPR. Mereka berdemo hingga sore dan terus berlanjut sampai malam hari. Bukan hanya menyuarakan aspirasi, massa tersebut mencoba merangsek masuk DPR.

Beberapa bahkan masuk ke Ruas Tol Dalam Kota di sekitar DPR. Akibatnya Jasa Marga dan pihak kepolisian menutup beberapa gerbang tol dan melakukan pengalihan arus. Sebab, massa aksi yang masuk ke dalam jalan tol tersebut bukan hanya 1 atau 2 orang saja.

”Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) sebagai pengelola Ruas Tol Cawang-Tomang-Pluit bersama Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dan kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas untuk menjaga keamanan dan kelancaran pengguna jalan,” kata Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Widiyatmiko Nursejati.

Polisi Bubarkan Massa Pakai Water Cannon

Upaya membubarkan massa aksi oleh pihak kepolisian terus dilakukan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Sekitar pukul 19.00 WIB, polisi memutuskan menembakkan water cannon agar massa bubar dan meninggalkan area sekitar DPR.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore