
Tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Febrie Adriansyah (tengah) tiba di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Antara/Fakhri Hermansyah)
JawaPos.com - Tim kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Hermawanto, meminta majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjaga independensi dalam memutus perkara praperadilan yang diajukan kliennya. Permintaan tersebut disampaikan Hermawanto setelah mengikuti sidang pembacaan kesimpulan praperadilan Febrie Adriansyah di PN Jakarta Selatan, Rabu (26/8).
Ia mengapresiasi jalannya persidangan sekaligus menanggapi pesan hakim agar seluruh pihak tidak melakukan intervensi terhadap proses peradilan.
“Kita juga mengucapkan terima kasih kepada termohon yang juga selalu dan senantiasa hadir tepat waktu dan mengikuti persidangan ini dengan penuh keseriusan,” kata Hermawanto usai persidangan.
Menurut Hermawanto, rangkaian sidang praperadilan menjadi kesempatan bagi pihaknya untuk menguji secara hukum prosedur yang digunakan dalam penetapan Febrie sebagai tersangka. Ia menilai setiap persoalan yang berkaitan dengan proses hukum harus dapat diuji secara terbuka di hadapan pengadilan.
Hermawanto juga menilai pesan hakim mengenai pentingnya menjaga independensi peradilan menjadi hal yang patut diperhatikan oleh seluruh pihak, termasuk pemohon, termohon, dan masyarakat.
“Ini pesan menarik buat kita semua agar hakim dalam mengambil keputusan nanti itu independen, merdeka, dan akan mengambil keputusan seadil-adilnya,” jelasnya.
Dalam kesimpulannya, kubu Febrie kembali menekankan salah satu dalil utama yang diajukan dalam permohonan praperadilan. Hermawanto menyebut persidangan telah memperlihatkan bahwa tindak pidana asal yang menjadi dasar penetapan Febrie sebagai tersangka dinilai belum jelas.
Ia menjelaskan, sejumlah aset yang disebut berkaitan dengan perkara Febrie tidak dapat dipisahkan dari keberadaan tindak pidana asal. Namun, menurut dia, dokumen penetapan tersangka yang menjadi objek pengujian dalam praperadilan tidak menjelaskan secara terang mengenai tindak pidana asal tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022