Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Agustus 2026 | 23.13 WIB

Cari Tahu Penyebab Kematian Sutrimo, Lusa Polda Metro Jaya Ekshumasi Jenazah di Banyumas

Polisi gelar olah TKP kasus meninggalnya seorang pria bernama Sutrimo yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com) - Image

Polisi gelar olah TKP kasus meninggalnya seorang pria bernama Sutrimo yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Polda Metro Jaya memastikan ekshumasi jenazah Sutrimo berlangsung di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), pada Rabu (12/8). Langkah itu diambil sebagai bagian dari upaya mencari tahu penyebab kematian pria yang disebut-sebut sebagai mantan kepala urusan rumah tangga (karumga) Febrie Adriansyah tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyampaikan, bahwa pihaknya sudah menerima pelimpahan laporan kasus dari Polresta Banyumas dan Bareskrim Polri. Sehingga dilakukan sejumlah langkah hingga akhirnya proses hukum kasus tersebut naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

”Dari hasil penyelidikan yang tentunya sudah dilakukan oleh Polresta Banyumas, juga dari hasil penyelidikan dari tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya, kami sudah meningkatkan ke proses penyidikan. Insya Allah hari Rabu besok lusa, kami akan melakukan ekshumasi di Banyumas,” kata Iman kepada awak media pada Senin (10/8).

Polda Metro Jaya berharap dari ekshumasi yang dilakukan lusa, penyidik dapat menemukan dan menyimpulkan penyebab kematian Sutrimo. Sehingga pihak keluarga mendapatkan kepastian atas dugaan pelanggaran hukum yang menyertai kabar meninggalnya Sutrimo. Iman mengaku, pihaknya tidak terlalu ambil pusing soal latar belakang korban. Fokusnya adalah mengungkap dugaan pidana.

”Terkait korban, Polri akan memperlakukan siapa pun, korban atau siapa pun yang menjadi korban dari sebuah perbuatan pidana, entah itu siapa, kami perlakukan sama,” tegasnya.

Saat ini, kasus itu ditangani oleh polisi atas dugaan pembunuhan dan pembunuhan berencana. Awal mula penanganan kasus berlangsung setelah jenazah korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Klinik Kecantikan Mordent, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Kamis (23/7).

Polda Metro Jaya masih mendalami peristiwa tersebut. Langkah itu diambil setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Minggu (26/7) dan melakukan serangkaian proses penyelidikan hingga akhirnya kasus naik ke tahap penyidikan.

”Polda Metro Jaya pasti akan mendalami informasi sekecil apa pun, apalagi terkait tentang hilangnya nyawa seseorang. Apakah itu wajar atau tidak wajar, masih didalami. Pasti nanti kami akan sampaikan kepada teman-teman sekalian update terkini,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Meski jarak antara temuan jenazah korban dengan munculnya informasi di ruang publik sudah selang beberapa hari, Polda Metro Jaya menghaturkan terima kasih. Menurut Budi, pihaknya mendapatkan informasi pertama kali dari media massa dan media sosial.

Editor: Kuswandi
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore