
Eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Pengusutan kasus dugaan korupsi mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dinilai perlu pengawasan publik secara optimal. Hal itu penting agar pengusutan korupsi yang menjerat mantan pejabat tinggi Kejaksaan Agung (Kejagung) itu dapat berjalan tuntas.
Direktur Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menegaskan, dugaan keterlibatan aparat penegak hukum dalam perkara korupsi dan TPPU merupakan persoalan serius yang berdampak besar terhadap kepercayaan publik, khususnya penegakan hukum dan institusi terkait.
“Keterlibatan oknum penegak hukum dalam pusaran kejahatan terorganisir berskala masif merupakan pengkhianatan terhadap konstitusi dan mencederai rasa keadilan publik,” kata Karyono Wibowo kepada wartawan, Senin (20/7).
Ia menjelaskan, dugaan praktik pencucian uang yang dilakukan oleh aparat penegak hukum sebagai penyelenggara negara, terlebih dengan temuan barang bukti bernilai fantastis, merupakan bentuk penyalahgunaan kewenangan yang tergolong sebagai extraordinary crime atau kejahatan luar biasa.
Sebab, dalam pengusutan kasus yang awalnya ditangani Kostas Tipidkor dan Polda Metro Jaya dengan temuan barang bukti berupa uang senilai Rp 476 miliar dan emas seberat 74 kilogram sangat menyita perhatian publik.
“Merusak marwah institusi penegak hukum yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia," cetusnya.
Ia juga mendesak Kejagung tidak tebang pilih meski kasus tersebut melibatkan mantan bos di lingkungan Korps Adhyaksa. Ia menegaskan, jika terbukti bersalah Febrie Adriansyah harus dijatuhi hukuman maksimal sesuai ketentuan dalam Undang-Undang TPPU.
"Oleh karena itu, hukum tidak boleh tebang pilih dan proses pembuktiannya harus dilakukan secara transparan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Karyono mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi sipil, dan lembaga antikorupsi untuk terus mengawal proses penanganan perkara tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022