Polres Pekalongan Kota menangkap pria paruh baya berinisial AHF pada Rabu (27/5). Dia diduga melakukan pencabulan terhadap santriwati hingga hamil. (metropekalongan.com)
JawaPos.com - Teka-teki mengenai status biologis anak yang dilahirkan oleh FZ, mantan santriwati Padepokan Padang Ati Pekalongan, akhirnya terjawab. Hasil tes DNA dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri menunjukkan bahwa bayi tersebut bukan anak biologis dari tersangka AH (sebelumnya ditulis AKF), oknum pengasuh padepokan.
Kendati demikian, polisi menegaskan bahwa fakta baru ini sama sekali tidak menggugurkan status hukum tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual yang sedang berjalan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Pekalongan Kota AKP Setyanto menjelaskan, penyidik telah mengambil sampel DNA dari tiga pihak, yaitu tersangka AH, korban FZ, serta bayi yang bersangkutan.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa anak tersebut bukan merupakan hubungan biologis antara AH dengan FZ," ujar Setyanto dikutip dari video wawancara beredar, Selasa (7/7).
Meskipun hasil DNA menunjukkan status negatif dengan tersangka, AKP Setyanto menggarisbawahi bahwa fokus utama penyidikan ini adalah tindakan pidana kekerasan seksual, bukan penentuan garis keturunan sang bayi. Polisi tetap bergerak berdasarkan payung hukum Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).
"Kami tetap melaksanakan penyidikan ini. Kami tidak berorientasi pada hasil tes DNA, namun pada perbuatan yang diduga dilakukan tersangka," tegas Setyanto.
Ia menambahkan, identitas ayah biologis dari bayi tersebut berada di luar konteks perkara yang sedang mereka tangani saat ini.
Dari hasil pendalaman psikologis dan pemeriksaan intensif, korban FZ mengaku sempat menjalin hubungan dengan pria lain pada Maret hingga April 2025. Garis waktu ini dinilai sinkron dengan hasil uji forensik DNA yang dikeluarkan oleh Puslabfor.
"Jadi untuk hasil penyelidikan kami, pemeriksaan dari FZ, memang dia mengakui bahwa perbuatan itu dilakukan dengan oleh orang lain, seseorang, terjadi pada sekitar bulan Maret-April 2025 setelah Lebaran tahun 2025," katanya.
Namun, di samping fakta tersebut, korban FZ membeberkan kesaksian memilukan mengenai apa yang dialaminya di dalam padepokan. Korban mengaku menjadi korban kekerasan seksual secara berulang oleh tersangka dalam kurun waktu April hingga September 2025.
Aksi bejat tersebut diduga terjadi hampir setiap minggu pada tengah malam. Korban menjelaskan situasi kamarnya saat itu sangat gelap tanpa pencahayaan, sehingga ia tidak bisa melihat wajah pelaku secara langsung.
"Kemudian setelah yang bersangkutan FZ ini melakukan perbuatan dengan orang lain itu, dari pengakuan yang bersangkutan, dia memang pada saat di Padepokan Padang Ati itu ada seseorang yang melakukan persetubuhan dengan FZ, yaitu dia mengetahui ciri-cirinya adalah dari batuk yang bersangkutan, atau diduga adalah dari AH," ungkap Setyanto.
Meski ada santriwati lain yang berada di ruangan yang sama saat kejadian, hasil pemeriksaan saksi menunjukkan tidak ada yang mengetahui adanya peristiwa tersebut.
Sebelumnya, warga Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap, Pekalongan, geger oleh kabar kehamilan FZ. Pihak keluarga mengklaim bahwa santriwati tersebut melahirkan tanpa pernah melakukan hubungan seksual dengan pria mana pun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
