
Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso. (ANTARA/Nadia Putri Rahmani/am)
JawaPos.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap anak buah Agung Darmawan alias Agung Apek. Dia adalah bagian dalam jejaring peredaran gelap narkoba di wilayah Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).
Penangka tersebut bermula dari informasi yang diterima oleh Bea Cukai. Yakni kabar terkait dengan pengiriman paket narkoba dari Palembang menuju Bogor, Jawa Barat (Jabar). Paket itu sudah dalam perjalanan dan diketahui berada di wilayah Purwakarta.
Menurut Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, informasi itu langsung ditindaklanjuti oleh Subdit IV dan Tim 2 Satuan Tugas (Satgas) NIC yang dipimpin langsung oleh Kombes Pol Handik Zusen bersama Kombes Pol Kevin Leleury.
Secara keseluruhan, mereka berhasil menangkap 3 orang tersangka. Yakni Ahmad Badawi alias Samba, Abdul Latif alias Dony, dan Puja Bangsa alias Puja. Rangkaian operasi penangkapan tersebut berlangsung sejak Rabu (10/6) sampai Minggu (14/6).
”Ditemukan fakta bahwa Puja Kusuma merupakan kaki tangan dari seorang bandar besar yang sementara dalam pencarian atas nama Agung Darmawan alias Agung Apek yang perkaranya ditangani Oleh Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri pada Bulan Februari 2026,” terang dia.
Brigjen Eko mengungkapkan bahwa dalam penangkapan tersebut, Ahmad Badawi diminta oleh Abdul Latif, seorang narapidana di Lapas Kelas II Purwakarta, untuk mengirim narkoba yang berasal dari seseorang bernama Pakcik asal Aceh. Dalam pengungkapan itu, penyidik kemudian menemukan Puja Bangsa.
”Abdul Latif sebagai pengendali serta pengedar yang mengoperasikan dari lapas pesan narkoba jenis sabu kepada Pakcik. Ketika Pakcik menyetujui, akan diberikan kode resi pengiriman untuk dilakukan pengecekan berkala,” jelasnya.
Setelah diterima oleh Ahmad Badawi, paket narkoba akan diletakan ke lokasi sesuai arahan Abdul Latif. Berdasar hasil pemeriksaan penyidik, dalam satu hari peredaran narkoba oleh jejaring tersebut berlangsung sebanyak sebanyak 20 kali. Mereka bergerak menggunakan sistem tempel.
”Ahmad Badawi akan melakukan pengambilan kembali dengan sistem tempel di lokasi yang diberikan oleh Abdul Latif,” imbuhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
