
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 di Kementerian Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (18/5/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Terdakwa kasus dugaan suap dan penerimaan gratifikasi sertifikasi keselatan dan kesehatan kerja (K3), Immanuel Ebenezer alias Noel, mengaku menyesal pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker). Sebab, jabatan yang diembannya hanya selama 10 bulan, menjadikan dirinya harus mendekam di balik jeruji besi.
"Kalau kita mau mengevaluasi, saya juga sebetulnya sudah menyesal sekali menjadi Wakil Menteri. Menyesal sekali saya. Kenapa saya harus ikut jabatan dengan 10 bulan, kemudian ditahan 10 bulan, belum lagi tuntutan lima tahun. Pedih sekali saya mendapat jabatan ini menurut saya," kata Noel disela-sela menjalani sidang pembacaan pledoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Senin (25/5).
Noel mengaku menjadi Wamenaker mempunyai beban dan tanggung jawab yang berat. Menurutnya, saat itu dirinya dihadapkan oleh berbagai permasalahan ketenagakerjaan yang harus diselesaikan.
"Berapa juta beban buruh yang ada di pundak saya. Kawan-kawan media yang kena layoff, kemudian kawan-kawan buruh, belum lagi tenaga medis, dokter, dan sebagainya yang diperas oleh pengusaha. Kan mereka butuh keadilan. Di saat itu yang berani langsung turun ke tengah-tengah mereka itu cuma saya. Yang lainnya selama ini kan negara cuma bilang, 'Negara harus hadir, negara harus...', cuma omon-omon toh?" cetusnya.
Noel menegaskan, dirinya selama bertugas sebagai Wamenaker telah menjalankan tugas sesuai amanat. Ia menyatakan, tidak hanya hadir secara fisik untuk meninjau permasalahan ketenagakerjaan, tapi juga hadir melalui berbagai kebijakan.
"Kalau saya mengimplementasikan, selain fisik saya hadir, saya membuat regulasi walaupun cuma Surat Edaran. Itu puluhan tahun tidak ada loh. Tidak ada! Artinya praktik kejahatan ini sudah terjadi puluhan tahun. Negara ini hadir pun sudah puluhan tahun ada, tapi seperti membiarkan dan mengabaikan," tuturnya.
Noel tidak mau berandai-andai kasus yang menjeratnya adalah bagian dari skenario serangan pengusaha terhadap dirinya atau bukan. Namun, ia menegaskan hanya ingin mendapatkan keadilan atas kasus hukum yang menimpanya.
"Saya enggak tahu apakah ini bagian serangan pengusaha terhadap diri saya atau apa. Tapi biarlah, biarkan nanti ini menjadi pelajaran untuk saya. Hati-hati bernegara," imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, Noel Ebenezer dituntut 5 tahun pidana penjara dan denda Rp 250 juta subsider 90 hari oleh JPU KPK. Jaksa meyakini, Noel bersama terdakwa lain menerima suap dan gratifikasi terkait pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
