
Ilustrasi pencabulan. (istimewa)
JawaPos.com - Kasus pencabulan anak kandung terjadi di wilayah Klaten, Jawa Tengah. Seorang pria berinisial AK, yang dikenal sebagai pembina di sebuah Pondok Pesantren Diniyah di Klaten, resmi ditetapkan sebagai tersangka, setelah tega mencabuli dua putri kandungnya sendiri.
Polres Klaten bergerak cepat mengamankan pelaku setelah salah satu korban memberanikan diri membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian.
"Tersangkanya satu orang dan yang menjadi korban adalah anaknya sendiri," ujar Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi dikutip dari Radar Solo (JawaPos Group), Senin (18/5).
Berdasarkan informasi, tindakan keji yang dilakukan oleh AK ternyata bukan pertama kalinya terjadi. Pengacara korban dari Peradin Surakarta, Lilik Setiawan, mengungkapkan bahwa penderitaan yang dialami kedua korban sudah berlangsung selama bertahun-tahun di lingkungan keluarga.
Kasus mengerikan ini baru mulai terungkap ke publik setelah korban pertama, yang berinisial U, 19, mengumpulkan keberanian untuk mencari keadilan dan melaporkan ayah kandungnya ke Polres Klaten pada Rabu (13/5).
"Korban pertama baru berani melapor setelah usianya menginjak 19 tahun," jelas Lilik.
Langkah berani U untuk berbicara ternyata membuka kotak pandora yang lebih kelam. Setelah laporan resmi dibuat, terungkap fakta pilu bahwa adik kandung U yang berinisial Y juga menjadi korban kebiadaban sang ayah.
Merespons laporan tersebut, tim penyidik Polres Klaten langsung bergerak mengepung kediaman pelaku. AK diringkus di rumahnya pada hari yang sama tanpa ada perlawanan sedikit pun untuk kemudian menjalani pemeriksaan intensif.
Hanya berselang sehari, tepatnya pada Kamis (14/5), polisi telah mengantongi bukti yang cukup kuat untuk menaikkan status AK menjadi tersangka. Atas tindakan bejatnya, AK kini terancam dijerat Pasal 418 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Penanganan kilat yang dilakukan oleh aparat penegak hukum mendapat apresiasi penuh dari pihak kuasa hukum korban. Peradin Surakarta menilai respons cepat ini menjadi angin segar bagi penegakan hukum kasus kekerasan seksual di bawah umur.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
