
Ilustrasi keributan. (Dok JawaPos)
JawaPos.com–Sebuah warung kelontong menjadi sasaran amukan prajurit TNI pada Minggu (3/5). Peristiwa itu terekam video warganet hingga viral di media sosial. Belakangan beredar informasi bawah sejumlah tentara mendatangi warung di Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus) itu karena sempat terjadi cekcok antara seorang pembeli dengan pemilik warung.
Berdasar informasi yang beredar luas di media sosial, cekcok terjadi karena pembeli tersebut enggan membayar biaya admin QRIS dengan nilai Rp 1.000. Dalam rekaman video yang beredar, tampak pembeli yang diduga sebagai personel TNI sempat adu mulut. Dari adu mulut itu, terjadi kontak fisik saat pria berbaju hitam mencoba melayangkan pukulan kepada penjaga warung.
Keributan langsung terjadi karena penjaga warung lainnya mencoba mencegah serangan. Namun, pria berbaju hitam itu tidak berhenti. Dia merusak beberapa barang seperti etalase warung. Lantaran keributan semakin membesar, warga sekitar turun tangan. Mereka berusaha melerai. Polisi dan TNI pun turun tangan menangani keributan tersebut.
”Sudah ditangani POM (TNI),” ucap Kasat Reskrim Polres Metro Jakpus, AKBP Roby Saputra saat dikonfirmasi pada Rabu (6/5).
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa peristiwa itu memang melibatkan seorang prajurit TNI AD dengan warga sipil di tempat kejadian. Menurut dia, keributan bermula dari kesalahpahaman antara kedua pihak saat transaksi sedang terjadi. Kesalahpahaman itu lantas memicu cekcok.
”Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung dan saat ini yang bersangkutan sedang mendapatkan penanganan medis di RS Hermina Kemayoran,” kata dia.
Berkaitan dengan kerusakan warung setelah cekcok terjadi, Donny menyampaikan bahwa semua itu masih satu rangkaian peristiwa setelah kondisi di lokasi kejadian memanas dan mengundang perhatian banyak orang. Dalam hal itu, dia menyebutkan bahwa Polres Metro Jakpus juga turut melakukan pendalaman untuk mengungkap fakta secara utuh.
”Terkait kerusakan warung yang terjadi setelahnya, hal tersebut merupakan bagian dari rangkaian kejadian di lokasi yang situasinya sudah memanas. Namun demikian, seluruh peristiwa ini saat ini telah ditangani oleh Polres (Metro) Jakarta Pusat dan juga didalami oleh pihak terkait untuk memastikan fakta secara utuh,” ujar dia.
Donny memastikan, situasi dan kondisi di sekitar lokasi kejadian saat ini sudah kondusif. Pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar penanganan kasusnya berjalan dengan baik. Dia berharap masyarakat tidak cepat terprovokasi oleh potongan video yang beredar luas di media sosial. Apalagi bila video tersebut belum jelas menunjukkan duduk persoalan yang terjadi.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
