
Prof. Rhenald Kasali. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook yang menjerat mantan konsultan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Ibrahim Arief alias Ibam menjadi sorotan publik. Selain aspek hukum yang kompleks, perkara itu juga memicu diskursus yang lebih dalam mengenai kepercayaan talenta digital terhadap negara.
Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali turut memberikan pandangan terhadap kasus itu. Dia menilai kasus itu bisa berdampak luas. Percakapan terhadap kasus hukum yang menjerat Ibam telah diperbincangkan netizen di jagat media sosial.
"Saya sebetulnya tidak ingin membahas terus-menerus kasus hukum, tapi ini masuk terus ini percakapannya dan engagement-nya sudah mencapai 15 juta. Ramai sekali percakapan publik," kata Rhenald Kasali dalam unggahan pada media sosial Instagram, Minggu (26/4).
Dari penjelasannya, intensitas pembicaraan publik tidak lepas dari besarnya tuntutan yang dihadapi Ibam turut menyita perhatian publik. Pasalnya, Ibam dalam kasus dugaan korupsi chromebook dituntut hukuman 15 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider 190 hari kurungan, serta uang pengganti Rp 16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara. Jika dikumulatifkan, hukuman penjara itu selama 22,5 tahun.
"Kita membaca berita hukumannya itu kalau ditotal-totalkan jadi 22,5 tahun. Dan ada cerita-cerita lain yang tentu saja mengganggu rasa keadilan kita sebetulnya. Ya, semoga Ibam mendapatkan keadilan, tentu doa kita semua. Siapapun di negeri ini harus mendapatkan keadilan," ujarnya.
Kasus ini menjadi semakin kompleks karena menyangkut sosok yang dianggap sebagai talenta digital langka di Indonesia. Rhenald menyoroti pentingnya keberadaan individu seperti Ibrahim Arief dalam ekosistem teknologi nasional.
"Seorang ayah usia masih muda 35 tahun, punya kesempatan sebagai talenta digital yang langka. Kalau India punya talenta digital tuh banyak sekali, bahkan ekspor dia. Indonesia langka sekali, carinya susah," tuturnya.
Rhenald menggambarkan dedikasi tinggi para talenta digital yang sering kali mengorbankan aspek lain dalam hidupnya. Ia pun menyayangkan, Ibam yang tengah sakit jantung harus menjalani proses hukum.
"Tidak mengherankan ketika diperiksa salah satunya pada saat akan ditahan tiba-tiba dia mengalami tekanan yang luar biasa dan akhirnya masuk rumah sakit, sampai kabarnya aparat penegak hukum, kabar yang saya dengar, itu juga ragu untuk menahannya karena berbahaya karena terganggu kesehatannya," bebernya.
Dalam konteks global, Rhenald menyinggung peluang besar yang dimiliki oleh talenta seperti Ibrahim Arief. Bahkan, itu turut menjadi perbincangan yang ramai di media sosial.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
