
Aktivis Kontras, Andrie Yunus (kiri) dan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang.
JawaPos.com - Peristiwa penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang diduga melibatkan anggota TNI aktif sebagai pelaku, menuai kecaman dari berbagai pihak. Salah satu sorotan datang dari Direktur Eksekutif Setara Institute, Halili Hasan.
Halili menilai, penyerangan terhadap aktivis hak asasi manusia merupakan bentuk nyata pelemahan terhadap demokrasi. Ia menegaskan, tindakan kekerasan semacam ini tidak hanya menyerang individu, tetapi juga mengancam ruang kebebasan sipil secara luas.
“Demokrasi kini tidak lagi runtuh melalui kudeta militer yang cepat, melainkan melalui pelemahan norma dan intimidasi warga sipil secara bertahap,” kata Halili dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3).
Ia juga merespons penangkapan terhadap empat prajurit TNI aktif yang diduga menjadi pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Halili mengingatkan, agar langkah tersebut tidak berhenti pada upaya mencari pihak yang dijadikan kambing hitam.
"Penangkapan empat prajurit (TNI) dalam kasus kekerasan baru-baru ini jangan sampai menjadi strategi scapegoating atau sekadar mencari kambing hitam untuk meredam kemarahan publik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Halili menekankan pentingnya pengungkapan kasus secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan struktur komando dalam peristiwa tersebut.
“Kita harus berani bertanya secara akademik: apakah ini tindakan individu nakal (rogue elements) atau merupakan bagian dari rantai komando (chain of command)?” tegasnya.
Atas dasar itu, Halili mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) Independen guna memastikan proses investigasi berjalan transparan dan akuntabel.
“Tanpa adanya Tim Pencari Fakta (TPF) yang independen, penegakan hukum hanya akan menjadi sabotase terhadap keadilan substansial," jelas dia.
Baca Juga:Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Aktivis KontraS Andrie Yunus Ditetapkan Sebagai Pembela HAM
Sebagaimana diketahui, pihak Tentara Nasional Indonesia telah menetapkan empat prajurit aktif sebagai tersangka kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI, Yusri Nuryanto, menyebut keempat tersangka adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022