
Pemilik Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Senin (27/5). (IST)
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, meminta publik bersabar karena penyidik masih terus mendalami perkara serta melengkapi alat bukti sebelum menetapkan tersangka dari pihak swasta.
“FHM apa yang menyebabkan yang bersangkutan belum dijadikan tersangka? Tentunya kita menunggu dan terus mencari serta mengumpulkan bukti-bukti supaya kecukupan alat buktinya terpenuhi. Bersabar, sambil kita lakukan pendalaman,” kata Asep, dikutip Minggu (15/3).
Asep menjelaskan, Fuad Hasan memiliki peran cukup aktif dalam memengaruhi kebijakan di Kementerian Agama (Kemenag).
Dalam kapasitasnya sebagai ketua forum asosiasi penyelenggara ibadah haji, Fuad disebut berulang kali menjalin komunikasi, mengirim surat, hingga menginisiasi pertemuan untuk mendorong penambahan kuota haji khusus melebihi batas 8 persen yang diatur dalam undang-undang.
“Intinya ingin supaya forum SATHU, di antaranya karena masih ada forum-forum lain, untuk memaksimalkan kuota haji khusus. Bahkan lebih dari 8 persen pun yang bersangkutan siap,” ujar Asep.
KPK menilai, manuver lobi tersebut didorong oleh motif keuntungan finansial. Permintaan masyarakat Indonesia terhadap ibadah haji yang sangat tinggi membuat tawaran percepatan keberangkatan melalui jalur kuota khusus tetap diminati, meskipun memerlukan biaya besar.
Dalam praktiknya, Fuad Hasan juga diduga memiliki kendali dalam mengatur pembagian kuota haji kepada berbagai agen travel.
Menurut Asep, meskipun secara administratif travel milik Fuad terlihat tidak memperoleh porsi besar, realitasnya pembagian kuota tetap berada di bawah kendalinya.
“Terdiri dari beberapa travel, termasuk travel milik yang bersangkutan. Kemudian dibagilah oleh Saudara FHM ini berapa bagian. Kalau dilihat seolah kecil bagian dia, tapi sebenarnya tidak begitu. Dia yang membagi, dan travel-travel lain itu bagian dari travel-nya dia,” jelas Asep.
KPK juga menyoroti potensi konflik kepentingan dalam kasus ini, karena Fuad Hasan memiliki kedekatan keluarga dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
