Menteri Koordinator Bidang Hukum HAM Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra. (Dewa Ketut Sudiarta Wiguna/Antara)
JawaPos.com - Pemerintah Pusat melalui Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menyebut penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sebagai tidak ubahnya serangan terhadap demokrasi. Dia meminta Polri mengusut tuntas kasus tersebut sampai mengungkap aktor intelektualnya.
Keterangan itu disampaikan oleh Yusril kepada awak media di Jakarta. Dia menyampaikan bahwa penyiraman air keras terhadap wakil koordinator KontraS tersebut adalah serangan upaya penegakan hak asasi manusia di Indonesia. Mengingat aktivis seperti Andrie bekerja untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
”Menyerang aktivis demokrasi dan HAM, meskipun berbeda pendapat dengan mereka, tetap tidak dapat dibenarkan. Dalam demokrasi setiap orang hendaknya berpegang pada prinsip menghormati perbedaan dan keragaman karena semua berbuat untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi,” kata dia.
Karena itu, Yusril meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri mengusut kasus tersebut. Bukan hanya mencari dan menemukan pelaku serta mengungkap motif perbuatan pelaku, Polri juga diminta untuk membuka orang di balik serangan tersebut. Menurut dia, itu penting sebagai bagian dari upaya penegakan hukum dalam peristiwa Kamis malam itu.
”Saya meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri, memastikan pengusutan tuntas sampai ke aktor intelektual, bukan hanya pelaku penyerangan di lapangan,” tegasnya.
Untuk memastikan kasus tersebut ditangani dengan baik, Yusril telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian, dalam hal ini dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. Menurut dia, pihak kepolisian sudah mulai bekerja dengan melakukan pendalaman. Baik pendalaman dari lokasi kejadian maupun saksi-saksi di lokasi tersebut.
”Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya yang menangani kasus ini bersama Bareskrim Polri. Saat ini mereka masih melakukan pendalaman, sehingga belum dapat mengungkapkan apa pun kepada publik,” jelasnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB tersebut, polisi mendapati dua orang terduga pelaku. Dia memastikan, informasi yang bersumber dari rekaman CCTV itu akan terus didalami oleh penyidik.

11 Tempat Kuliner Gudeg di Surabaya Paling Enak Soal Rasa Bikin Nostalgia dengan Jogja
Penjelasan PLN Jakarta Mati Lampu Serentak Hari Ini, MRT hingga Lampu Merah Padam Total
Imran Nahumarury Angkat Bicara Usai Semen Padang Kalah dari Persib Bandung
BMKG Prediksi El Nino 2026 di Jatim Lemah, Tak Sekering 2023
Pengganti Bruno Moreira Sudah Ditemukan? Winger Rp 1,74 Miliar Ini Bikin Persebaya Surabaya Punya Senjata Baru
Rekomendasi 11 Kuliner Serba Kikil di Surabaya yang Empuk, Gurih dan Bumbu Khas yang Nendang
Jelajah 13 Kuliner Kebab di Surabaya yang Murah Meriah Isian Melimpah dan Rasa Juara
Masih Kekurangan Pegawai Terutama Guru, Pemkab Gresik Pastikan Tak Ada Pemecatan PPPK, Belanja Pegawai Hanya 29 Persen
Usai Kalahkan Australia, Ini Calon Lawan Timnas Futsal Indonesia di Semifinal AFF 2026
Update 4 Rumor Transfer Bintang Timnas Indonesia Musim Depan! Libatkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya dan PSV Eindhoven
