Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Maret 2026, 01.03 WIB

Detik-detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Terekam CCTV: Pelaku Sempat Putar Balik

Tangkapan layar CCTV detik-detik aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras di Salemba, Jakarta Pusat. (Istimewa) - Image

Tangkapan layar CCTV detik-detik aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras di Salemba, Jakarta Pusat. (Istimewa)

JawaPos.com - Aksi kejahatan brutal menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Pejuang HAM ini menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3) malam.

Insiden mengerikan ini terjadi saat Andrie tengah mengendarai sepeda motor sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I menuju arah Talang.

Peristiwa ini pun terekam jelas dalam kamera pengawas (CCTV) yang kini viral di media sosial.

Rekaman CCTV Ungkap Siasat Pelaku

Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat dua orang pelaku berboncengan menggunakan satu sepeda motor.

Mereka tampak sudah merencanakan aksi tersebut dengan matang di jalur yang sama dengan arah kedatangan korban.

Saat berada di persimpangan, kedua pelaku sengaja memutar balik dan memperlambat laju motornya, seolah sedang menunggu kedatangan motor Andrie Yunus.

Begitu posisi mereka berpapasan, pelaku langsung menyiramkan cairan kimia berbahaya tersebut ke arah tubuh Andrie.

Seketika, Andrie Yunus berteriak histeris menahan sakit sembari berusaha membuka bajunya. Ia terus berteriak, "AIR KERAS, AIR KERAS!" untuk meminta pertolongan.

Teriakan tersebut memicu warga dan pengendara sekitar untuk berkumpul menolong korban, bahkan beberapa warga sempat mencoba mengejar pelaku namun kehilangan jejak.

Polisi Tempuh Jalur Scientific Investigation

Meski laporan resmi dari pihak korban belum masuk, Polres Metro Jakarta Pusat memastikan penyelidikan telah berjalan di lapangan.

Pihak kepolisian fokus mengidentifikasi identitas pelaku melalui berbagai metode investigasi.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menyatakan bahwa olah TKP sudah dilakukan sesaat setelah kejadian.

"Laporan resmi dr korban blm ada, namun saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas pelaku melalui scientific investigation," ujar Iptu Erlyn Sumantri, Jumat (13/3).

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore