
Ilustrasi polisi. (Darwin Fatir/Antara)
JawaPos.com - Polres Metro Jakarta Pusat bergerak cepat mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Meski laporan resmi belum masuk, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan sudah berjalan di lapangan.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri menyatakan, pihaknya kini fokus mengidentifikasi pelaku. Langkah ini diambil guna merespons serangan brutal yang terjadi pada Rabu malam tersebut.
"Laporan resmi dr korban blm ada, namun saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas pelaku melalui scientific investigation," ujar Iptu Erlyn Sumantri, Jumat (13/3).
Metode scientific investigation diharapkan mampu mengungkap jejak pelaku yang hingga kini masih berstatus Orang Tidak Dikenal (OTK). Kepolisian juga telah melakukan olah TKP sesaat setelah kejadian.
"Semalem dari Reskrim Polres Jakpus sudah melakukan cek TKP," katanya.
Kronologi Serangan Usai Podcast
Diketahui, peristiwa penyiraman air keras ini terjadi setelah Andrie Yunus selesai melakukan perekaman podcast di Kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat. Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa serangan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB.
Akibat siraman cairan kimia tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh. Berdasarkan pemeriksaan medis, Andrie menderita luka bakar hingga 24% yang mencakup area tangan, muka, dada, hingga mata.
Dugaan Upaya Pembungkaman Aktivis HAM
Pihak KontraS menduga kuat bahwa serangan ini bukan tindak kriminal biasa, melainkan ada motif politik di baliknya. Dimas menilai tindakan ini merupakan bentuk teror bagi suara-suara kritis.
"Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM," tegas Dimas Bagus Arya.
