Bandar narkoba Ko Erwin diamankan oleh polisi dalam penangkapan pada Kamis (26/2). (Polri)
Direktur Reserse Narkoba Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) Kombes Roman Elhaj mengungkapkan, penangkapan Ais nyaris bersamaan dengan penangkapan Erwin. Ais ditangkap pada Kamis siang (26/2). Dia diringkus di rumah kontrakannya yang berada di wilayah Lombok Barat. Polisi memastikan, Ais ditangkap tanpa perlawanan kepada petugas.
”Dia lagi sendiri di situ, kemudian tanpa perlawanan ditangkap oleh personel dari Polda NTB,” ujarnya.
Meski tidak ada barang bukti narkoba yang diamankan dari tangan Ais, polisi mengamankan barang bukti telepon genggam. Polisi mengetahui peran perempuan tersebut sebagai bendahara Ko Erwin dari hasil penyidikan. Dia yang menerima setoran uang dari pengedar sebelum diserahkan kepada Erwin. Termasuk uang hasil penjualan narkoba dari Anita yang tidak lain istri seorang polisi bernama Irfan.
”Jadi, Anita setor habis jualan (narkoba) dapat duit, setor ke Ais. Nanti Ais setor ke Koko Erwin,” jelasnya.
Ketika Polda NTB menangani kasus tersebut, Ais sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) bersama Erwin. Namun, dia tidak sampai melarikan diri ke luar negeri seperti Erwin. Dari penangkapan Ais, diketahui bahwa yang bersangkutan mengenal dan pernah bertemu dengan Malaungi. Pertemuannya dengan mantan kasat narkoba Polres Bima Kota itu berlangsung di hotel.
”Iya betul (Ais bertemu dengan Malaungi) di Hotel Marina Inn di Bima, (dalam pertemuan) itu ada Koko Erwin, ada Malaungi, ada Ais, sama Anita,” terang Roman.
Saat ini, polisi masih mencari tahu aliran dana hasil penjualan narkoba yang dilakukan oleh dari Erwin dan jaringannya. Termasuk mencari tahu rekening Ais. Dari pemeriksaan sejauh ini, polisi belum menemukan rekening tersebut. Mereka menduga tersangka membuang rekening itu saat berusaha kabur dari kejaran petugas.
”Saya tanya yang bersangkutan rekeningnya (ada) nggak, nggak ada semua. Biasa, karena dia kan sempat kabur dulu pasti kan dibuang, disembunyikan,” jelasnya.
Selain Erwin, Ais, Malaungi, Didik, dan Anita, tersangka lain dalam kasus tersebut adalah Irfan (suami Ais), Yusril, dan Herman. Dua nama terakhir adalah pengedar narkoba jaringan Erwin yang pertama kali ditangkap. Dari kedua pengedar itu penanganan kasus terus berkembang sampai kepada Malaungi dan Didik di jajaran top level Polres Bima Kota.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Rennes vs Marseille di Liga Prancis: Les Rennais Siap Pesta Gol di Roazhon Park!
Dituduh Netizen Mau Lepas Tanggung Jawab Terhadap Anak, Ini Jawaban Audi Marissa
Krisis Kesehatan Mental Anak: Lingkungan Kita Ikut Membentuknya

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022