
Beneficial owner PT Orbit Terminal Merak (OTM), Kerry Adrianto Riza, saat menghadiri sidang lanjutan perkara dugaan korupsi tata kelola minyak di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (9/12). (Istimewa)
JawaPos.com - Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak, Muhammad Kerry Adrianto, membuka peluang untuk mengajukan upaya hukum banding. Hal ini setelah putra dari pengusaha minyak Riza Chalid itu divonis 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 190 hari kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jumat (27/2) dini hari.
Kerry Riza terbukti melakukan korupsi terkait dugaan produk kilang dan penyewaan kilang minyak oleh PT Pertamina.
"Saya tentu akan mencari keadilan terimakasih teman-teman yang sudah meliput persidangan," kata Kerry usai menjalani sidang pembacaan vonis, Jumat dini hari.
Ia merasa bingung atas putusan hakim tersebut. Sebab, sampai saat ini kilang minyak miliknya masih digunakan oleh PT Pertamina.
"Saya juga bingung dengan putusannya, karena banyak fakta persidangan yang tidak dimasukkan di pertimbangan putusan," ucap Kerry.
Oleh karena itu, Kerry menegaskan membuka opsi untuk mengajukan upaya hukum banding. Ia berharap bisa mendapatkan keadilan dari jeratan hukum kasus dugaan korupsi kilang minyak.
"Ya Insyaallah saya akan teruskan upaya hukum. Semoga saya bisa mendapat keadilan di tempat lain ya," tegasnya.
Sebelumnya, Muhammad Kerry Adrianto divonis 15 tahun penjara dan dan denda Rp 1 miliar subsider 190 hari kurungan dalam kasus dugaan korupsi produk kilang dan penyewaan kilang minyak oleh PT Pertamina.
Ketua Majelis Hakim, Fajar Kusuma Aji, menyatakan terdakwa Muhammad Kerry Adrianto, yang merupakan anak dari pengusaha minyak Riza Chalid terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan primer.
“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muhammad Kerry Adrianto dengan pidana penjara selama 15 tahun dan pidana denda sebesar Rp 1 miliar yang harus dibayar dalam jangka waktu satu bulan dan dapat diperpanjang paling lama satu bulan sejak putusan berkekuatan hukum tetap,” tegas Hakim Fajar Kusuma Aji saat membacakan vonis.
Majelis hakim menetapkan, apabila denda tidak dibayarkan dalam tenggat waktu yang ditentukan, harta benda atau pendapatan terpidana dapat disita dan dilelang untuk melunasi denda tersebut.
Jika hasil penyitaan atau pelelangan tidak mencukupi atau tidak dapat dilaksanakan, maka denda yang tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 190 hari.
Selain pidana pokok, Kerry juga dijatuhi pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp 2.905.420.003.854 subsider 5 tahun penjara.
Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyebutkan hal-hal yang memberatkan, yakni perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sementara hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan memiliki tanggungan keluarga.
Kerry terbukti bersalah melanggar Pasal 603 juncto Pasal 20 huruf C UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 18 UU Tipikor.

Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Daftar Pemain Cedera dan Sanksi Inggris Lawan Norwegia: Thomas Tuchel Rombak Pertahanan Redam Erling Haaland
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Norwegia vs Timnas Inggris di Piala Dunia 2026: Thomas Tuchel Putar Otak Redam Ledakan Erling Haaland
