Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian. (Radar Sukabumi/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kematian tragis NS, remaja berusia 13 tahun asal Jampangkulon, Sukabumi, akhirnya mulai menemui titik terang. Di balik duka yang menyelimuti keluarga, terungkap fakta memilukan tentang dugaan kekerasan yang dialami korban selama bertahun-tahun di rumahnya sendiri.
Polres Sukabumi bergerak cepat mengusut tuntas kasus ini. Hasilnya, polisi resmi menetapkan TR, yang merupakan ibu tiri korban, sebagai tersangka utama dalam rangkaian kekerasan tersebut.
Motif 'Mendidik' yang Berujung Pidana
Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian menuturkan, kekerasan yang dialami NS mencakup serangan fisik maupun tekanan psikologis. Tersangka TR berdalih tindakan tersebut dilakukan demi mendidik korban.
Namun, polisi tidak menerima alasan itu begitu saja. Berdasarkan pemeriksaan, bentuk kekerasan yang dialami korban mulai dari jeweran, tamparan, hingga cakaran.
"Dugaan tindak pidananya berupa kekerasan fisik dan psikis terhadap korban," tegas Samian dikutip dari Radar Sukabumi (JawaPos Group), Rabu (25/2).
Polisi Bidik Keterlibatan Ayah Kandung
Kasus ini berpotensi menyeret tersangka baru. Selain ibu tiri, ayah kandung korban kini tengah menjadi sorotan penyidik setelah dilaporkan oleh ibu kandung NS atas dugaan penelantaran anak.
Pihak kepolisian menegaskan akan memproses semua laporan yang masuk secara transparan. Investigasi kini fokus pada sejauh mana peran orang-orang terdekat dalam lingkaran kehidupan korban.
"Setiap laporan masyarakat pasti kami tindak lanjuti. Penyidik bekerja profesional, independen, dan tanpa tekanan," ujar Kapolres.
Jejak Kekerasan Berulang Sejak 2023
Fakta mengejutkan lainnya adalah kekerasan ini diduga bukan pertama kalinya terjadi. Catatan kepolisian menunjukkan bahwa laporan serupa pernah muncul pada tahun 2023 dan 2024. Sayangnya, kasus-kasus sebelumnya selalu berakhir dengan jalan damai.
Kini, penyidik membuka kembali lembaran lama tersebut untuk melihat pola kekerasan yang terjadi. Untuk memastikan penyebab pasti kematian NS, polisi menerapkan metode scientific crime investigation.
"Kami tidak mengejar pengakuan, tetapi bekerja berdasarkan bukti ilmiah," kata Samian.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
