
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. (Instagram @melkilakalena.official)
JawaPos.com - Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengancam akan membawa aparat yang bertanggung jawab ke ranah hukum, bila kembali terjadi kasus kematian akibat kemiskinan ekstrem. Hal itu sehubungan dengan kasus bunuh diri yang dilakukan YBS, 10, di Ngada diduga karena tak bisa beli buku dan pena.
Dia menegaskan ancaman penuntutan hukum itu agar kejadian serupa tak terjadi lagi di bawah pemerintahannya.
"Jangan ada lagi model-model begini. Besok ada lagi model begini saya tuntut orang-orangnnya," ujar Melkiades saat memberi sambutan dalam peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa, Rabu (4/2) kemarin.
Hal itu juga menurutnya berlaku bagi dirinya sendiri jika memang terbukti lalai mengurus warga negara.
"Kalaupun saya salah, saya siap dituntut. Kesalahan itu ada di mana siap dia dituntut untuk itu. Masa ada warga negara mati hanya karena model begini," cecarnya.
Politisi Golkar itu mengaku malu atas adanya kasus kematian karena kemiskinan ekstrem di NTT. Padahal, pemerintah daerah sudah punya uang untuk memberi bantuan.
"Guna apa kita punya perangkat itu PKH, perangkat sosial segala macem. Uang ngalir triliunan untuk orang miskin masih ada yg mati urusan begini. Nggak boleh ini," tegasnya.
Oleh karena itu, Melkiades menegaskan bahwa kasus meninggalnya YBS harus menjadi yang terakhir.
"Agak kaget juga saya. Cukup ini yang terakhir. Besok secara berjenjang bertingkat siapa yang punya tanggung jawab kita eksekusi dia," pungkasnya.
Sebelumnya, duka mendalam menyelimuti warga Dusun Sawasina, Desa Nuruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Seorang siswa kelas IV sekolah dasar berinisial YBS, 10, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di sebuah pohon cengkeh.
Peristiwa pilu ini bermula dari permintaan sederhana yang tak mampu dipenuhi. Sehari sebelum kejadian, YBS sempat meminta ibunya untuk dibelikan buku tulis dan pensil. Namun keterbatasan ekonomi membuat sang ibu tak dapat mengabulkan permintaan tersebut.
Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage, menuturkan bahwa YBS dikenal sebagai anak pendiam, sopan, dan rajin belajar. Meski hidup dalam kondisi serba kekurangan, YBS jarang menunjukkan tanda-tanda kesedihan mendalam di hadapan warga sekitar.
“Menurut keterangan tetangga, dia anak yang baik dan rajin sekolah. Tidak ada tanda-tanda yang mencolok bahwa dia menyimpan beban berat,” ujar Bernardus seperti dikutip dari Radar Pati, Rabu (4/2).
Ayah YBS diketahui telah meninggal dunia sebelum ia lahir. Selama ini, YBS tinggal bersama neneknya yang telah berusia sekitar 80 tahun. Sementara sang ibu tinggal di kampung lain bersama lima anak lainnya.
Pada Kamis pagi, warga sempat melihat YBS duduk di depan rumah neneknya. Padahal pagi itu ia seharusnya berangkat ke sekolah. Beberapa jam kemudian, tubuh YBS ditemukan oleh warga yang tengah menggembalakan kerbau di sekitar lokasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022