
Ilustrasi Red Notice. Interpol Menerbitkan Red notice untuk mencari Riza Chalid yang menjadi buronan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina (Persero). (AI/ChatGPT)
JawaPos.com - Interpol resmi menerbitkan red notice terhadap Mohammad Riza Chalid yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina (Persero).
Sekretaris National Central Bureau (NCB) Divisi Hubungan Internasional Polri, Brigjen Pol Untung Widyatmoko, mengatakan red notice atas nama Mohammad Riza Chalid telah dikeluarkan dan disebarkan secara internasional.
Penerbitan red notice ini merupakan tindak lanjut atas status Riza Chalid sebagai buronan dalam perkara yang ditangani Kejaksaan Agung.
“Interpol red notice atas nama Mohammed Riza Chalid atau MRC telah terbit pada Jumat, 23 Januari 2026,” ujar Untung dalam konferensi pers, Minggu (1/2).
Red Notice yang diterbitkan Interpol menjadi instrumen penting dalam upaya memburu buronan internasional, termasuk dalam kasus Mohammad Riza Chalid.
Melalui Red Notice, aparat penegak hukum di berbagai negara diberi peringatan dan informasi untuk melacak serta menahan sementara buronan yang dicari lintas negara.
Mengutip penjelasan di laman resmi Interpol, Red Notice atau Pemberitahuan Merah adalah permintaan kepada aparat penegak hukum di seluruh dunia, untuk menemukan dan menahan sementara seseorang yang dicari, sambil menunggu proses ekstradisi, penyerahan, atau langkah hukum lain.
Red Notice diterbitkan atas permintaan negara anggota dan harus berlandaskan surat perintah penangkapan atau putusan pengadilan yang sah dari otoritas kehakiman negara pemohon.
Interpol menegaskan bahwa Red Notice bukanlah surat perintah penangkapan internasional pada seseorang.
Setiap negara anggota tetap memiliki kewenangan penuh untuk menentukan langkah hukum sesuai dengan sistem hukum nasional masing-masing.
Termasuk apakah akan melakukan penangkapan atau tidak terhadap individu yang tercantum dalam Red Notice tersebut.
Dalam Red Notice, terdapat dua jenis informasi utama. Pertama, data untuk mengidentifikasi orang yang dicari, seperti nama lengkap, tanggal lahir, kewarganegaraan, ciri fisik, foto, hingga sidik jari jika tersedia.
Kedua, informasi mengenai dugaan kejahatan yang dilakukan yang umumnya berkaitan dengan tindak pidana serius seperti pembunuhan, pemerkosaan, pelecehan terhadap anak, penipuan, atau kejahatan berat lainnya.
Interpol juga menjelaskan bahwa individu yang tercantum dalam Red Notice sejatinya bukan dicari oleh Interpol sebagai lembaga, melainkan oleh negara atau pengadilan internasional yang mengajukan permintaan.
Interpol hanya berperan sebagai penghubung dan penyebar informasi agar aparat kepolisian di negara lain dapat membantu proses pencarian buronan tersebut.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
