Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel menjalani sidang perdana di pengadilan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (19/1/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti sikap mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel yang dinilai kerap menyampaikan berbagai pernyataan di luar ruang persidangan. KPK mengingatkan agar fokus utama terdakwa tetap berada pada proses hukum yang sedang berjalan di pengadilan.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa ruang yang tepat untuk menyampaikan informasi terkait perkara adalah di hadapan majelis hakim. Menurutnya, persidangan merupakan forum resmi untuk menguji fakta secara terbuka dan objektif.
“Artinya di luar forum sidang ya. Ya, kami tentu mengimbau kepada terdakwa agar lebih fokus untuk mengikuti persidangan dengan menyampaikan fakta-fakta dengan benar dan utuh sehingga bisa membantu proses persidangan ini bisa berjalan efektif,” kata Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (26/1).
Budi juga menekankan, jika terdakwa memiliki informasi tambahan yang relevan dengan dugaan tindak pidana korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan, sebaiknya disampaikan secara langsung dalam persidangan agar dapat dicatat sebagai fakta hukum.
“Dan jika memang memiliki informasi-informasi lain yang diduga terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan, silakan disampaikan di depan majelis hakim supaya itu kemudian juga menjadi fakta persidangan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, seluruh fakta yang muncul di persidangan akan dianalisis oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. Analisis tersebut penting untuk menentukan apakah informasi tersebut dapat digunakan sebagai bukti baru atau menjadi dasar pengembangan penyidikan lanjutan.
“Karena setiap fakta persidangan tentu akan dilakukan analisis oleh tim JPU KPK untuk melihat apakah kemudian nanti bisa menjadi bukti baru untuk proses atau untuk pengembangan penyidikan nantinya,” ujar Budi.
Lebih jauh, Budi menilai masyarakat saat ini semakin kritis dalam memilah informasi, terutama antara fakta persidangan dan narasi yang berkembang di luar pengadilan. Ia mengingatkan, opini yang dibangun di luar sidang tidak selalu mencerminkan fakta hukum yang sebenarnya.
“Kami pikir masyarakat sudah semakin cerdas untuk melihat fakta-fakta yang memang betul-betul muncul di dalam persidangan karena memang dalam rangkaian persidangan perkara ini banyak informasi ataupun narasi dan juga opini yang dibangun di luar persidangan,” tegasnya.
Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel membocorkan dugaan keterlibatan partai politik (parpol) dan organisasi masyarakat (ormas) dalam kasus pemerasan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Bocoran tersebut disampaikan Noel sebelum menjelang sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (26/1). Noel merupakan terdakwa dalam perkara dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi K3.
“Ormasnya dulu lah ya, ormasnya yang jelas tidak berbasis agama. Partainya ada huruf K nya. Udah itu dulu clue nya ya,” ungkap Noel.
Meski demikian, Noel enggan memerinci partai maupun ormas dimaksud. Ia juga menolak mengungkap identitas lain, termasuk warna partai atau ormas tersebut.
“Nggak, saya ga mau nyebutin dulu. (Warnanya) nggak boleh tahu dong,” ujar Noel.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
