Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Januari 2026 | 00.27 WIB

Bertambah Lagi, Korban Meninggal Dunia Pasca Banjir Bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro Jadi 16 Orang

Material batu-batuan memenuhi jalanan pascabanjir bandang yang menerjang 3 kecamatan di di Kabupaten Kepualauan Sitaro pada Senin (5/1). (BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro) - Image

Material batu-batuan memenuhi jalanan pascabanjir bandang yang menerjang 3 kecamatan di di Kabupaten Kepualauan Sitaro pada Senin (5/1). (BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro)

JawaPos.com - Jumlah korban meninggal dunia pasca banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut) bertambah menjadi 16 orang. Angka itu diperoleh dari data yang diperbarui pada pukul 14.00 WIB hari ini (6/1). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan penanganan darurat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa sejauh ini 5 korban meninggal dunia telah teridentifikasi. Sementara identitas 12 korban lainnya masih dalam proses pendalaman. Selai korban meninggal dunia, BNPB mencatat 22 korban luka yang dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

”Sebanyak 22 orang mengalami luka dan dirujuk ke puskesmas setempat, serta 2 orang dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan,” kata Abdul Muhari.

Selain 16 korban meninggal dunia, sebanyak 3 korban dinyatakan hilang. Karena itu, Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian. BNPB juga mencatat ada ratusan warga terdampak banjir bandang yang harus mengungsi untuk sementara waktu. Jumlah pengungsi sampai sore ini tercatat sebanyak 682 jiwa. Angka tersebut masih terus diperbarui oleh BNPB.

Abdul Muhari mengungkapkan bahwa banjir bandang tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kepulauan Sitaro beberapa hari belakangan. Akibatnya, banjir bandang menerjang 4 kecamatan. Yakni Kecamatan Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan. Sebaran wilayah terdampak bencana alam tersebut mencakup 2 kelurahan dan 6 desa.

”Dari sisi kerusakan, banjir bandang mengakibatkan 7 unit rumah hanyut, 29 unit rumah rusak berat, dan 112 unit rumah rusak ringan. Sejumlah akses jalan dilaporkan terputus, serta beberapa bangunan kantor dan infrastruktur mengalami kerusakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Abdul Muhari mengungkapkan bahwa pendataan kerugian materiil masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan. BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro terus berkoordinasi dengan BPBD Sulut, Basarnas, TNI-Polri, dan perangkat kecamatan hingga kelurahan. Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat bencana.

Status itu berlaku selama 14 hari, terhitung mulai 5 Januari hingga 18 Januari 2026. Hingga saat ini, kondisi di lapangan masih dalam penanganan intensif. Salah satu prioritas BNPB adalah pencarian korban hilang dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Penanganan tersebut turut melibatkan masyarakat dan relawan.

”Bantuan darurat juga telah disalurkan kepada masyarakat terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar pengungsi,” ujarnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore