
Tersangka kasus dugaan korupsi dalam digitalisasi pendidikan pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek tahun 2019-2022 Nadiem Makarim memberikan salam ke arah wartawan sebelum sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/1/2026
JawaPos.com - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, mengklaim kekayaannya merosot selama lima tahun menjabat sebagai menteri di era pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Hal itu disampaikan Nadiem dalam sidang pembacaan nota keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) atau eksepsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (5/1).
“Selama 5 tahun mengabdi sebagai menteri justru kekayaan saya menyusut,” kata Nadiem.
Ia menyebut, salah satu penyebabnya adalah hilangnya berbagai peluang finansial yang sebelumnya dimilikinya ketika masih menjadi bos Gojek.
“Hilanglah kesempatan saya untuk mendapatkan saham tambahan yang diberikan kepada para pimpinan Gojek setelah saya keluar,” ucap Nadiem.
Selain itu, ia juga menegaskan tidak lagi menerima penghasilan besar seperti saat masih aktif sebagai bos aplikasi transportasi Gojek. Ia menegaskan, pengorbanan dirinya menjadi menteri tidak hanya finansial, melainkan juga menyangkut sisi personal dan psikologis.
“Hilanglah ketenangan batin saya. Sebagai menteri termuda, saya merasa kecil hati melihat menteri lainnya dengan anak-anak yang sudah dewasa,” tuturnya.
Ia menggambarkan perbedaan kondisi tersebut berdampak pada ritme kerja dan aktivitas politik para menteri.
“Dengan mudah menjadwalkan rapat sampai malam, sowan ke berbagai tokoh, membangun dukungan politik,” bebernya.
Sementara itu, sebagai ayah dari tiga anak yang masih balita saat itu, Nadiem mengaku harus membagi waktu secara ketat antara keluarga dan tugas negara. Ia menilai, masa tersebut sebagai fase pembelajaran ganda dalam hidupnya, baik sebagai orang tua maupun sebagai pejabat publik.
“Saya harus belajar menjadi ayah dan menteri di saat yang bersamaan,” ungkap Nadiem.
Di lingkungan kementerian, Nadiem juga mengaku menghadapi tantangan besar karena harus beradaptasi dengan sistem yang sama sekali baru baginya.
“Dalam kementerian, saya harus belajar dari nol lagi, menghadapi hutan belantara birokrasi dan politik yang saya tidak kuasai,” tuturnya.
Meski menyadari berbagai risiko dan kemungkinan kegagalan, Nadiem menegaskan keputusannya masuk pemerintahan dilandasi niat untuk berkontribusi bagi masa depan pendidikan Indonesia.
“Semua kenyamanan sebelumnya saya lepas dengan ikhlas untuk mencoba memperbaiki masa depan anak anak indonesia. Mata saya tidak tertutup. Saya tahu saya sangat mungkin gagal. Saya tahu saya bisa dikorbankan,” imbuhnya.
Dalam perkara ini, Nadiem Anwar Makarim didakwa melakukan korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,18 triliun terkait pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Perbuatan tersebut dilakukan Nadiem bersama sejumlah pihak, yakni Ibrahim Arief alias Ibam, Mulyatsyah, Sri Wahyuningsih, dan Jurist Tan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
