
Para tersangka kasus korupsi di Bekasi ditunjukkan oleh KPK kepada publik pada Sabtu dini hari (20/12). (Tangkapan layar kanal YouTube KPK)
JawaPos.com - Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bekasi, Jawa Barat (Jabar) menjaring 8 orang. Termasuk diantaranya Bupati Bekasi Ade Kuswara (ADK) dan ayahnya, H. M. Kunang (HMK), yang sudah menjadi tersangka. Dalam OTT itu penyidik KPK juga mengamankan uang tunai Rp 200 juta dari rumah bupati.
Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menyampaikan bahwa OTT di Bekasi berlangsung pada Kamis (18/12). Dalam OTT itu, penyidik Lembaga Antirasuah mengamankan 10 orang. Namun hanya 8 yang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari 8 orang itu, KPK menetapkan 3 orang sebagai tersangka.
Selain ADK dan HMK, KPK juga menjadikan SRJ sebagai tersangka. SRJ adalah seorang kontraktor yang biasa menggarap berbagai proyek di Bekasi. Melalui OTT tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah uang dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah. Uang tersebut diamankan dari rumah ADK yang juga didatangi saat OT berlangsung.
”Dalam kegiatan tangkap tangan ini, KPK turut mengamankan barang bukti di rumah ADK berupa uang tunai 200 juta rupiah, dimana uang tersebut merupakan sisa setoran ijon keempat dari SRJ kepada ADK melalui para perantara,” kata dia pada Sabtu (20/12).
Modus korupsi yang dilakukan oleh ADK, HMK, dan SRJ berkaitan dengan ijon proyek. ADK meminta SRJ memberikan ijon dengan menjanjikan pengerjaan proyek di Bekasi pada 2026 dan seterusnya. Mulai proyek pembangunan jalan, jembatan, sampai bangunan-bangunan pemerintah. Karena itu, OTT tersebut diteruskan dengan penetapan tersangka.
”Setelah dilakukan pemeriksaan intensif pada tahap penyelidikan dan telah ditemukan dugaan peristiwa tindak pidananya, hasil dari informasi yang disampaikan oleh para saksi dan juga keterangan-keterangan serta bukti yang kami peroleh, maka perkara tindak pidana korupsi di Kabupaten Bekasi ini diputuskan untuk naik ke tahap penyidikan,” terang dia.
Dari berbagai ijon proyek yang bersumber di SRJ, ADK memperoleh uang dengan nilai mencapai Rp 9,5 miliar. Uang tersebut diberikan oleh SRJ dalam beberapa tahap melalui sejumlah perantara, termasuk ayah ADK berinisial HMK yang juga bertugas sebagai salah seorang kepala desa di Bekasi. Tidak hanya itu, ADK juga menerima uang Rp 4,7 miliar dari sumber lainnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022